
Pantau - Pemerintah menyiapkan bantuan pangan senilai sekitar Rp100 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut menggunakan anggaran bencana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Anggaran tersebut dialokasikan melalui Bapanas untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama penanganan dampak bencana.
"Bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih (senilai) Rp100 miliar, ada beras," kata Amran.
Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Minyak Goreng
Hingga saat ini, bantuan pangan yang telah dikirimkan pemerintah berupa beras yang disediakan melalui Perum Bulog.
Pemerintah juga mempertimbangkan penyaluran kebutuhan pangan lainnya, termasuk minyak goreng, setelah melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Baru beras. Kemungkinan nanti minyak goreng tapi kami turun ke lapangan langsung," ungkap Amran.
Amran bersama jajaran terkait berencana segera mendatangi wilayah terdampak gempa di NTT untuk memastikan penyaluran bantuan pangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Amran menegaskan bantuan senilai sekitar Rp100 miliar tersebut bukan berasal dari donasi masyarakat maupun pihak lainnya.
Seluruh bantuan menggunakan anggaran negara yang telah disiapkan untuk menangani kondisi bencana.
Pemerintah memastikan stok beras untuk kebutuhan bantuan telah tersedia di wilayah terdampak dengan dukungan Perum Bulog yang bergerak setelah keputusan pemenuhan kebutuhan pangan korban gempa diambil.
Penyaluran bantuan dipercepat karena kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana tidak dapat ditunda.
Karena bersifat mendesak, pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan kemanusiaan, sedangkan proses administrasi diselesaikan setelah bantuan diberikan.
Stok Beras NTT Diperkuat Lima Kali Lipat
Pemerintah juga melakukan penguatan stok beras untuk wilayah NTT hingga mencapai lima kali lipat guna mendukung kebutuhan selama penanganan bencana.
Pada tingkat nasional, cadangan beras disebut berada di kisaran 5,2 juta ton dan dalam kondisi aman.
Pemerintah memastikan percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT tidak mengganggu ketersediaan pangan nasional.
Selain mempercepat bantuan kemanusiaan, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan pokok masyarakat terdampak dapat diperoleh dengan cepat selama berlangsungnya penanganan bencana.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok pangan di NTT dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.
Persediaan beras di wilayah NTT saat ini berkisar antara 35 ribu hingga 37 ribu ton dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan penanganan bencana dalam waktu dekat.
"Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," kata Rizal.
Apabila persediaan tersebut belum mencukupi kebutuhan, Bulog akan melakukan penambahan atau penguatan pasokan beras ke NTT.
Bulog juga telah menyiapkan stok beras yang tersebar di sejumlah wilayah NTT agar distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan lebih cepat.
Pengaturan stok dilakukan agar kebutuhan pangan korban gempa dapat dipenuhi tanpa mengganggu ketersediaan logistik pangan untuk wilayah lainnya selama proses penanganan bencana berlangsung.
- Penulis :
- Arian Mesa



