HOME  ⁄  Nasional

Mendagri Tito Prioritaskan Pemulihan Listrik, Logistik, dan Layanan Kesehatan bagi Korban Gempa Manggarai Timur

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mendagri Tito Prioritaskan Pemulihan Listrik, Logistik, dan Layanan Kesehatan bagi Korban Gempa Manggarai Timur
Foto: Arsip. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 17/8/2026 (sumber: Kemendagri)

Pantau - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah memprioritaskan pemulihan jaringan listrik, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prioritas tersebut disampaikan Tito setelah melakukan inspeksi sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, NTT.

Menurut Tito, makanan dan bantuan logistik menjadi kebutuhan yang paling banyak disampaikan masyarakat di lokasi terdampak bencana.

"Jadi prioritas listrik, kemudian makanan. Makanan logistik mereka sangat minta sekali," kata Tito.

Tiang Listrik Roboh, Mendagri Akan Hubungi Dirut PLN

Untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik, Tito akan berkomunikasi dengan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar perbaikan jaringan di Manggarai Timur menjadi prioritas.

Berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, pembangkit listrik dan gardu induk tidak mengalami kerusakan akibat gempa.

Gangguan pasokan listrik terjadi karena sejumlah tiang listrik roboh akibat guncangan gempa sehingga jaringan yang menghubungkan gardu dengan rumah warga terganggu.

"Pembangkit listrik enggak ada yang rusak. Persoalannya adalah tiang-tiangnya ada yang roboh, jaringan yang dari gardu ke rumah. Itu problemnya," ujar Tito.

Pemulihan listrik juga diperlukan untuk mengembalikan fungsi jaringan telekomunikasi sehingga masyarakat terdampak dapat kembali berkomunikasi dengan anggota keluarga di luar wilayah.

"Kalau listriknya sudah mati, mau enggak mau sinyal handphone juga off juga. Nah, itu mungkin hal-hal yang prioritas yang kita kerjakan," kata Mendagri.

Tenaga Medis dan Obat-obatan Akan Dikirim ke Lokasi Gempa

Selain listrik dan logistik, pemerintah memprioritaskan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Tito memastikan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengirimkan tambahan tenaga medis, obat-obatan, dan relawan medis ke lokasi bencana.

"Segera akan saya telepon Pak Menkes untuk mengirim pasukan beliau, termasuk obat-obatan, relawan medis beliau," tutur Tito.

Tambahan tenaga kesehatan tersebut diperlukan untuk memperkuat posko warga dan Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak gempa terparah.

KRI dr. Soeharso Didorong Beroperasi di Reo

Mendagri turut mengapresiasi TNI Angkatan Laut yang akan menerjunkan Rumah Sakit Terapung KRI dr. Soeharso ke perairan Manggarai Timur.

Kehadiran rumah sakit terapung tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan bagi korban gempa, terutama di wilayah yang membutuhkan tambahan fasilitas dan tenaga medis.

Tito mendorong KRI dr. Soeharso ditempatkan di wilayah Reo agar dapat memberikan dukungan lebih besar dalam penanganan korban bencana.

"Kalau bisa kita dorong juga Rumah Sakit Angkatan Laut yang kapal yang besar itu, (KRI) Soeharso untuk di (wilayah) Reo. Itu akan sangat banyak membantu sekali," kata Mendagri.

Penulis :
Leon Weldrick