HOME  ⁄  Ekonomi

Lampung Cetak 1.450 Hektare Sawah Baru untuk Dorong Ekstensifikasi Pertanian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lampung Cetak 1.450 Hektare Sawah Baru untuk Dorong Ekstensifikasi Pertanian
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Lahan sawah yang ada di Kabupaten Pesawaran. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.)

Pantau - Pemerintah mengalokasikan program cetak sawah baru seluas 1.450 hektare di Provinsi Lampung pada 2026 untuk mendorong ekstensifikasi pertanian sekaligus meningkatkan luas panen dan produksi pangan daerah.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan mengatakan penambahan luas panen di Lampung mencapai 31 ribu hektare melalui optimalisasi lahan dan pencetakan sawah baru.

“Adanya penambahan luas panen di Provinsi Lampung mencapai 31 ribu hektare, terjadi karena ada dua upaya yang dilaksanakan yakni dalam satu hamparan sawah ada kenaikan indeks pertanaman yang di dorong melalui optimalisasi lahan dan ekstensifikasi melalui cetak sawah baru,” ujar Endro di Bandarlampung, Rabu (19/8/2026).

Menurut Endro, konstruksi sawah baru yang menjadi bagian dari program ekstensifikasi tersebut kini telah selesai sekitar separuh dari total alokasi.

“Ekstensifikasi memang belum sepenuhnya dimulai tahun ini, namun dengan luas konstruksi 1.450 hektare, saat ini sudah selesai separuhnya,” katanya.

Tanam Perdana Dimulai 20 Agustus

Endro mengatakan tanam perdana pada lahan hasil cetak sawah baru dijadwalkan mulai 20 Agustus 2026 untuk area yang konstruksinya telah selesai.

“Dan ada tiga kabupaten yang melakukan cetak sawah baru di Lampung yakni di Kabupaten Lampung Timur seluas 812 hektare, Tulang Bawang seluas 372 hektare, dan Mesuji 40 hektare, dan sisanya ada di wilayah lain,” ucap dia.

Tanam perdana akan dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang karena konstruksi sejumlah lahan sawah di wilayah tersebut telah selesai dan perlu segera ditanami.

“Dengan ini bisa mendongkrak luas panen dan tentunya dengan memanfaatkan alat mesin pertanian bisa mempercepat proses pengolahan, panen, dan pasca panen, sehingga indeks pertanaman meningkat,” tambahnya.

Teknologi Budidaya Didorong Percepat Produksi

Selain memperluas areal pertanian, pemanfaatan alat dan mesin pertanian diharapkan mempercepat pengolahan lahan hingga proses panen dan pascapanen.

Teknologi budidaya juga akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi pada lahan hasil program cetak sawah baru.

“Dengan teknologi budidaya tanam langsung, tidak usah tanam pindah, ini juga bisa mempercepat tanam,” ujar Endro.

Program cetak sawah baru tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan indeks pertanaman melalui penambahan areal produksi pangan di Provinsi Lampung.

Penulis :
Aditya Yohan