
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng Indonesia Open Network (ION) untuk memperluas akses produk kreatif Indonesia ke pasar global sekaligus meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kolaborasi tersebut mencakup perluasan akses pasar dan pemasaran digital, perdagangan lintas batas, pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ekraf Dorong Produk Kreatif Tembus Pasar Global
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan integrasi teknologi tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi karya kreatif nasional di pasar internasional.
“Kemitraan bersama ION menjadi momentum penting untuk membuka akses pasar digital yang lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Integrasi teknologi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur bisnis para pelaku usaha, tetapi juga dapat melipatgandakan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di kancah global,” ujar Irene.
Irene menilai pemanfaatan teknologi dan ekosistem jaringan terbuka ION dapat mendukung proses digitalisasi sekaligus memperkuat perlindungan kekayaan intelektual pelaku ekonomi kreatif.
Pemerintah juga berencana membentuk tim kerja bersama untuk membahas berbagai potensi kolaborasi antara Ekraf dan ION.
Namun, Irene menekankan penguatan infrastruktur digital perlu dibarengi peningkatan kapasitas pelaku usaha agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal, sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” kata Irene.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun pada 2025.
Pada periode yang sama, nilai ekspor ekonomi kreatif tercatat mencapai 31,94 miliar dolar AS dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,40 juta orang.
Kinerja tersebut ditopang oleh 21 subsektor ekonomi kreatif yang menunjukkan besarnya potensi pasar dan nilai ekonomi industri kreatif Indonesia.
ION Siapkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Usaha
ION dikembangkan melalui kerja sama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari inisiatif kerja sama digital.
Infrastruktur ION dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan layanan yang mendukung pelaku usaha dalam mengakses pasar digital, logistik, pembayaran, pembiayaan, asuransi, pengembangan keterampilan, hingga perdagangan berbasis AI.
Ketua Komite Pengarah ION Sachin Gopalan menyatakan pihaknya terbuka membangun kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem digital bagi talenta muda, UMKM, serta pelaku ekonomi kreatif lokal.
“ION tidak dapat berhasil sendiri, kami membutuhkan banyak kolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki visi sama guna membangun ekosistem yang memberdayakan talenta muda, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal,” jelasnya.
Kolaborasi Ekraf dan ION diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai produk dan karya kreatif Indonesia agar semakin mampu bersaing di pasar internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf



