
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kementerian Pertanian menggelar panen raya bawang merah dengan hasil lebih dari 4.000 ton di Dusun Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.
Panen raya dilakukan di lahan pertanian seluas 200 hektare dengan produktivitas mencapai 21 ton per hektare.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan hasil panen tersebut tergolong memuaskan sekaligus menunjukkan keberhasilan produksi bawang merah para petani dari tahun ke tahun.
"Sebagai rasa syukur kami dan para petani bawang merah di Kabupaten Bantul atas hasil panen yang baik dari tahun ke tahun," ungkap Abdul Halim Muslih.
Produksi Bawang Merah Bantul Sumbang 70 Persen Produksi DIY
Bawang merah menjadi salah satu komoditas hortikultura andalan sekaligus sumber kesejahteraan petani di Kabupaten Bantul, terutama masyarakat di wilayah selatan.
Produksi bawang merah dari Bantul juga memberikan kontribusi besar terhadap keseluruhan produksi komoditas tersebut di DIY.
"Hortikultura bawang merah ini menjadi salah satu andalan pertanian di Kabupaten Bantul yang berkontribusi terhadap total produksi DIY sebesar 70 persen," kata Abdul Halim Muslih.
Dengan produktivitas mencapai 21 ton per hektare pada lahan seluas 200 hektare, jumlah bawang merah yang dipanen mencapai lebih dari 4.000 ton.
"Berarti lebih dari 4.000 ton panen hari ini kita dapatkan," ungkap Abdul Halim Muslih.
Selain produksi yang tinggi, harga jual bawang merah di tingkat petani berada pada kondisi relatif baik, yakni sekitar Rp18.000 per kilogram.
Dengan produksi sekitar 4.000 ton dan harga Rp18.000 per kilogram, total pendapatan dari penjualan bawang merah di tingkat petani diperkirakan mencapai Rp72 miliar.
"Maka hari ini petani memperoleh total pendapatan dari penjualan bawang merah di tingkat petani 4.000 ton dikalikan Rp18.000 per kilogram, berarti akan didapat Rp72 miliar," kata Abdul Halim Muslih.
Pemerintah Kabupaten Bantul menilai tingginya produksi dan nilai penjualan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan petani.
Serangan Hama Minim, Petani Sebut Panen Maksimal
Petani bawang merah di Kalurahan Parangtritis, Wandio, mengatakan hasil panen pada musim kali ini tergolong maksimal dengan harga jual yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dibandingkan tahun lalu, menurut saya bagus ini," ungkap Wandio.
Kondisi tanaman pada musim tanam kali ini juga relatif lebih baik karena serangan hama dan penyakit ditemukan dalam jumlah lebih sedikit sehingga membantu petani menekan biaya perawatan.
"Kalau dulu kan ada ulat, terus hama jamur, kalau sekarang kan sama sekali enggak ada, cuma sedikit sajalah yang terkena," kata Wandio.
Mayoritas petani di wilayah tersebut menanam bawang merah varietas Thailand dengan hasil panen musim ini dinilai berhasil hingga 100 persen.
Keberhasilan panen memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat setempat karena sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Sekitar 90 persen warga setempat bekerja sebagai petani, sedangkan sekitar 10 persen lainnya berprofesi sebagai pegawai negeri sipil dan pedagang.
"Hampir kira-kira 90 persen warga di sini petani, yang 10 persen ibaratnya lima persen PNS, 5 persen lagi pedagang," ungkap Wandio.
- Penulis :
- Arian Mesa



