
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada lulusan dan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) di Palu, Sulawesi Tengah, untuk mendukung pengembangan usaha di sektor pertanian.
Bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Dies Natalis Ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis.
Traktor hingga Ternak Kambing Diberikan
Dalam kesempatan tersebut, Amran mengajak sejumlah lulusan dan mahasiswa Untad naik ke podium untuk menyampaikan secara langsung aspirasi dan rencana mereka dalam mengembangkan usaha pertanian.
Amran kemudian memberikan bantuan kepada lulusan dan mahasiswa yang menyatakan keinginan mengembangkan usaha di sektor tersebut.
Bantuan pemerintah mencakup traktor tangan untuk pengolahan lahan, sumur bor untuk mendukung pengairan, serta combine harvester untuk membantu proses pemanenan.
Pemerintah juga memberikan traktor roda empat dan ternak kambing guna mendukung pengembangan usaha pertanian dan peternakan.
Selain alsintan dan ternak, pemerintah menyediakan bibit tanaman bagi masyarakat yang memiliki lahan untuk dikembangkan.
"Traktor tangan gratis. Mau tanam bibit ada, ada bibit untuk Sulteng. Bibit kelapa, kakao, itu gratis. Tinggal tunjuk lahan ke dinas,” kata Andi Amran Sulaiman.
Menurut Amran, dukungan tersebut diberikan agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan lahan secara produktif sekaligus lebih mudah memulai dan mengembangkan usaha pertanian.
Ia menilai Sulawesi Tengah mempunyai lahan dan sumber daya pertanian yang luas sehingga berpotensi dikembangkan melalui berbagai komoditas bernilai ekonomi.
Amran juga mengajak lulusan dan mahasiswa Untad menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi untuk ikut mengembangkan sektor pertanian di daerah.
Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pertanian Sulawesi Tengah sekaligus menciptakan peluang usaha dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Pemerintah Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Tujuh Komoditas
Pemerintah juga menjalankan program pengembangan tujuh komoditas strategis untuk memperkuat sektor perkebunan nasional.
Tujuh komoditas tersebut meliputi kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun untuk program pengembangan tujuh komoditas strategis tersebut.
Program itu menargetkan pengembangan kebun rakyat seluas 870 ribu hektare selama periode 2025–2027.
Pengembangan kebun rakyat diarahkan untuk memperkuat ketersediaan dan pasokan bahan baku bagi industri sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Amran berharap bantuan alsintan, bibit, ternak, dan dukungan lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Bantuan tersebut juga diharapkan mendorong munculnya usaha-usaha baru di sektor pertanian yang dikelola generasi muda, termasuk lulusan dan mahasiswa Untad.
- Penulis :
- Shila Glorya



