HOME  ⁄  Ekonomi

Jamkrindo Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Garut melalui Sampah, Pertanian, dan Teknologi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jamkrindo Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Garut melalui Sampah, Pertanian, dan Teknologi
Foto: (Sumber :PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Garut dengan pemberdayaan yang mengintegrasikan lingkungan, ekonomi produktif, pertanian, dan teknologi, di Garut, Rabu (19/8/2026) (ANTARA/HO Jamkrindo).)

Pantau - PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Garut, Jawa Barat, melalui program pemberdayaan yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, ekonomi produktif, pertanian, dan teknologi.

Program yang memasuki tahun kelima tersebut dikembangkan bersama Salarea Foundation dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bunga Wana Lestari dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber kegiatan ekonomi produktif.

Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) Abdul Bari mengatakan program tersebut diarahkan untuk menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

"Apa yang dibangun di Garut menunjukkan bahwa potensi lokal, pendampingan, teknologi, dan kolaborasi dapat diintegrasikan menjadi rantai ekonomi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir," kata Abdul Bari dalam keterangan yang diterima Jumat (21/8/2026).

Bank Sampah Berkembang, Kebun Gizi Gunakan Teknologi

Salah satu capaian program terlihat pada Bank Sampah yang semula hanya beroperasi di satu lokasi dengan fokus sampah plastik dan kini telah berkembang menjadi dua lokasi.

Bank Sampah juga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi media tanam organik untuk mendukung pertanian warga sekaligus membuka potensi nilai ekonomi.

Pada sektor pertanian, Kebun Gizi menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Teknologi smart farming tersebut memungkinkan proses penyiraman dan pemupukan dilakukan secara otomatis sekaligus menjadikan kebun sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Jamkrindo juga mengembangkan Kebun Kopi di lahan Perhutani seluas lebih dari 100 hektare yang terus menunjukkan perkembangan.

Jamkrindo Siapkan Kedai Kopi untuk Perkuat Hilirisasi

Jamkrindo selanjutnya mendorong hilirisasi komoditas melalui pengembangan Kedai Kopi yang tengah dipersiapkan menjelang panen perdana.

Kopi hasil pengembangan masyarakat nantinya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah, disangrai, dan disajikan di kedai agar memberikan nilai tambah.

"Hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dari potensi lokal semakin besar dirasakan masyarakat. Kami berharap Kedai Kopi nantinya dapat menjadi ruang yang mempertemukan produk masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi," kata Abdul Bari.

Program yang menghubungkan sektor lingkungan, pertanian, teknologi, dan hilirisasi tersebut ditargetkan terus berkembang serta menjadi role model kemandirian ekonomi desa di tingkat nasional.

Penulis :
Aditya Yohan