
Pantau - Aktivitas pertambangan di kawasan Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mengintegrasikan proses penambangan dengan pengolahan dan pemurnian mineral untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Material hasil tambang diangkut menggunakan truk jungkit berukuran besar dari dasar open pit atau tambang terbuka menuju fasilitas pengolahan dan pemurnian.
Keberadaan fasilitas smelter yang berdekatan dengan sumber deposit mineral juga ditujukan untuk menekan biaya transportasi bahan baku.
Konsentrat di fasilitas smelter menjalani proses penghancuran sebelum dilebur dalam tungku bersuhu sangat tinggi hingga menjadi logam cair.
Logam tersebut kemudian melalui proses pemurnian tambahan untuk menghilangkan impuritas dan menghasilkan beragam produk turunan bernilai ekonomi tinggi.
Hasil pengolahan mineral tidak lagi berhenti pada konsentrat, tetapi dapat menjadi katoda tembaga, berbagai logam mulia, hingga asam sulfat.
Produk hasil hilirisasi itu selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri manufaktur, konstruksi, komponen elektronik, infrastruktur, kesehatan, dan kegiatan ekonomi lainnya.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menjalankan kegiatan pertambangan di kawasan Batu Hijau dan Elang dengan smelter sebagai bagian dari rantai nilai hilirisasi mineral.
Fasilitas pengolahan dan pemurnian tersebut memiliki kapasitas desain mencapai 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun.
Pengoperasian smelter AMNT belum sepenuhnya berjalan mulus karena fasilitas tersebut menghadapi sejumlah kendala sejak memasuki tahap komisioning pada Juni 2024.
Hilirisasi melalui fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengolah dan memurnikan hasil tambang di dalam negeri sebelum produk mineral bergerak lebih jauh dalam rantai kegiatan ekonomi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



