HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal meski Debit Air Menurun

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal meski Debit Air Menurun
Foto: (Sumber :Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan alur utama Sungai Barito di sekitar wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, masih memiliki aliran air dan dapat dilalui kapal maupun perahu. ANTARA/HO - Kementerian PU..)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan alur utama Sungai Barito di sekitar Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, masih berair dan dapat dilalui kapal maupun perahu meski debit air menurun akibat musim kemarau.

Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan langsung Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III pada Jumat (21/8/2026) setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan hamparan pasir di bagian tengah Sungai Barito.

Hasil pemantauan menunjukkan penurunan muka dan debit air menyebabkan munculnya gosong atau hamparan pasir cukup luas di sejumlah bagian sungai, tetapi kondisi itu tidak berarti Sungai Barito mengalami kekeringan secara keseluruhan.

Alur utama Sungai Barito di lokasi pemantauan masih memiliki aliran air dengan lebar diperkirakan sekitar 100 meter dan tetap dapat digunakan kapal maupun perahu.

"Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan," kata Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Jumat.

Kepala BWS Kalimantan III Sandi Eriyanto menjelaskan penyusutan debit Sungai Barito terjadi sebagai dampak musim kemarau, sedangkan hamparan pasir yang terlihat dalam video merupakan bagian sungai yang tidak teraliri air akibat turunnya muka air.

Dokumentasi yang viral di media sosial diketahui diambil dari atas Jembatan Kalahien sehingga hamparan gosong yang luas dari sudut tersebut memberikan kesan seolah-olah badan Sungai Barito mengalami kekeringan.

"Namun, ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai," kata Sandi.

Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III terus memantau muka air dan alur sungai di Wilayah Sungai Barito, khususnya selama musim kemarau.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi sungai sekaligus mengantisipasi dampak penurunan muka air terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi sungai.

BWS Kalimantan III akan terus memperbarui informasi berdasarkan pemantauan langsung di lapangan agar kondisi Sungai Barito dapat diketahui secara utuh dan akurat.

Kementerian PU juga mengimbau masyarakat tidak menyimpulkan kondisi Sungai Barito hanya berdasarkan dokumentasi dari satu sudut pengambilan gambar.

Penurunan muka air dan munculnya gosong terjadi pada sejumlah bagian sungai selama musim kemarau, sementara alur utama Sungai Barito di lokasi yang dipantau masih berair dan dapat dilalui transportasi sungai.

Penulis :
Aditya Yohan