
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat menggelar shalat istisqa di Masjid Nurul Mu’minin sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang memicu krisis air dan kekeringan.
Staf Ahli Gubernur Bidang III Pemprov Kalimantan Timur Puguh Harjanto mengatakan shalat istisqa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan doa bersama agar hujan segera turun.
"Shalat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan doa agar segera turun hujan yang cukup dan membawa keberkahan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," kata Puguh Harjanto di Samarinda, Jumat.
Kemarau Berdampak pada Air Bersih dan Lahan Produktif
Puguh menjelaskan kemarau yang berlangsung saat ini telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Kalimantan Timur, terutama semakin terbatasnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain memicu krisis air bersih, kemarau menyebabkan kekeringan di sejumlah lahan produktif yang berpotensi mengganggu berbagai kegiatan masyarakat, termasuk sektor pertanian.
Menurut Puguh, kondisi kekeringan tersebut telah menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim sehingga berbagai langkah teknis terus dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus menangani dampaknya di lapangan.
Namun, ia menilai penanganan secara fisik dan teknis perlu disertai ikhtiar spiritual melalui muhasabah dan doa bersama.
"Selain upaya keduniawian, terdapat ikhtiar penting lainnya yang perlu dilakukan bersama, yakni bermuhasabah, memperbaiki diri, memperbanyak doa," ujar Puguh.
Pemprov Kaltim berharap hujan yang turun dapat memenuhi kembali kebutuhan air untuk keperluan domestik masyarakat sekaligus membantu sektor pertanian yang terdampak kekeringan.
Turunnya hujan juga diharapkan mampu mengisi kembali berbagai sumber air yang mengalami penurunan serta membantu memulihkan keseimbangan lingkungan di Kalimantan Timur.
Masyarakat Diajak Hemat Air dan Jaga Lingkungan
Meski berharap hujan segera turun, Puguh mengingatkan masyarakat untuk berdoa agar hujan yang datang membawa rahmat dan manfaat serta tidak berupa hujan ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana baru, termasuk banjir.
Selain berdoa bersama, ia mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi dampak kekeringan.
Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan hemat selama ketersediaannya masih terbatas serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga yang mengalami dampak lebih berat akibat krisis air bersih.
"Semoga kesulitan yang kita alami bisa segera teratasi dengan kecukupan air, dan menjaga Kalimantan Timur dari kekeringan dan kebakaran, serta menjaga keselamatan seluruh masyarakat," ucapnya.
Pemprov Kaltim mengombinasikan upaya teknis penanganan kekeringan dengan ikhtiar spiritual melalui shalat istisqa sembari mengajak masyarakat menghemat air, menjaga lingkungan, dan membantu warga yang terdampak krisis air bersih.
- Penulis :
- Shila Glorya



