
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif berkembang dan naik kelas melalui pembiayaan, digitalisasi, pemasaran, serta pengembangan potensi daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sedikitnya terdapat empat strategi utama yang menjadi ruang kerja sama Kemenekraf dan BI sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf).
"Jadi penguatan yang kami ingin kolaborasi dengan BI adalah kaitannya dengan creative financing, creative digitalization, creative market access dan hingga pengembangan ekraf berbasis potensi daerah," ungkap Riefky dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Sabtu.
Empat Strategi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
Strategi pertama dalam kolaborasi Kemenekraf dan BI berkaitan dengan pembiayaan kreatif atau creative financing, termasuk penyelenggaraan forum bisnis yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sumber pembiayaan dan calon mitra usaha.
Strategi kedua berupa digitalisasi kreatif atau creative digitalization, sedangkan strategi ketiga berfokus pada perluasan akses pasar kreatif atau creative market access.
Strategi keempat diarahkan pada pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan potensi yang dimiliki setiap daerah.
Kemenekraf dan BI juga berencana memperkuat kolaborasi melalui aktivasi berbagai ruang kreatif milik komunitas di daerah, termasuk yang berada di luar ibu kota provinsi.
BI sebelumnya telah memiliki Rumah Kreatif BI, tetapi kolaborasi kedua lembaga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak ruang kreatif yang dikelola komunitas.
"Aktivasi ruang publik, seperti BI kan sudah ada Rumah Kreatif BI, tetapi kita diharapkan berkolaborasi juga untuk mengaktivasi yang dimiliki oleh komunitas yang di luar ibu kota provinsi. Itu juga banyak sekali yang bisa kita aktivasi," ungkap Riefky.
Pencatatan Ekspor Jasa Kreatif Diperkuat
Penguatan kerja sama Kemenekraf dan BI juga diarahkan untuk memperbaiki sistem pencatatan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian, terutama ekspor jasa kreatif melalui pengembangan platform Big Data Ekraf.
Selama ini, pencatatan ekspor ekonomi kreatif dinilai lebih banyak menangkap transaksi produk fisik, seperti barang yang dikirim menggunakan kontainer melalui jalur laut maupun kargo udara.
Sementara itu, aktivitas ekonomi dari jasa kreatif yang dijalankan melalui platform digital belum seluruhnya masuk dalam pencatatan.
Kemenekraf bersama BI akan mendorong transaksi jasa kreatif melalui platform digital agar dapat diidentifikasi dengan lebih baik sehingga kontribusinya terhadap penerimaan devisa nasional dapat tergambar lebih akurat.
"Kita akan berkolaborasi dengan BI juga bagaimana pencatatan jasa kreatif terutama melalui platform digital ini juga bisa tercatat. Sehingga devisa kita juga bisa tercatat dengan baik," kata Riefky.
Pemasaran dan Insentif Ekonomi Hijau Dikembangkan
Kemenekraf dan BI turut bekerja sama mengembangkan sistem pemasaran melalui pemetaan data dan pasar agar pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses pasar yang lebih tepat.
Kolaborasi tersebut juga mencakup strategi pemberian insentif, termasuk pengembangan skema untuk mendukung inovasi ekonomi kreatif ramah lingkungan atau green creative economy.
Menurut Riefky, sektor ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 dari sisi investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).
Data perkembangan ekonomi kreatif tersebut dihitung berdasarkan 238 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Dari sisi investasi, sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar 9,5 persen terhadap realisasi investasi nasional pada 2025.
Realisasi investasi ekonomi kreatif sepanjang 2025 juga telah mencapai 134 persen dari target yang ditetapkan dalam RPJMN.
Tren tersebut berlanjut pada triwulan I 2026 dengan realisasi investasi sektor ekonomi kreatif telah mendekati 50 persen dari target sepanjang tahun.
Riefky menilai KKI yang diinisiasi BI menjadi salah satu wadah penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaku usaha, menjaga kontinuitas usaha, serta memperluas akses pasar UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
Kolaborasi Kemenekraf dan BI diharapkan dapat mempercepat perkembangan pelaku ekonomi kreatif dari skala lokal menuju pasar global sekaligus mendorong semakin banyak pelaku usaha menghasilkan kekayaan intelektual bernilai ekonomi.
- Penulis :
- Shila Glorya



