HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri PU Prioritaskan Pemulihan Jalan Pascagempa di Sikka untuk Lancarkan Distribusi Bantuan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri PU Prioritaskan Pemulihan Jalan Pascagempa di Sikka untuk Lancarkan Distribusi Bantuan
Foto: (Sumber :Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Gubernur NTT Melki Laka Lena (kanan) dan Bupati Sikka Juventus saat memimpin rapat pemulihan pascagempa di Flores. ANTARA/Ho-Kementerian PU.)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memprioritaskan pemulihan akses jalan yang terdampak gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.

Sejumlah jalan nasional yang sebelumnya terputus akibat gempa telah dibersihkan dan kembali dibuka, sementara beberapa jembatan masih membutuhkan penanganan agar dapat berfungsi penuh.

"Sejumlah jalan nasional yang sempat terputus kini telah dibersihkan dan kembali dibuka untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan," kata Dody dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, 24 Agustus 2026.

Jalan Nasional yang Terputus Kembali Dibuka

Dody menyampaikan perkembangan penanganan infrastruktur tersebut saat menghadiri rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Tektonik di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Rapat itu dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, serta seluruh balai Kementerian PU di NTT.

"Paling tidak, jalan-jalan nasional yang sempat terputus di hari pertama sudah kita bersihkan semua, sudah dibuka. Namun memang ada beberapa jembatan yang perlu waktu 1 atau 2 hari supaya fungsional," ujar Dody.

Dody mengharapkan jembatan yang masih dalam penanganan dapat segera digunakan secara maksimal untuk menunjang konektivitas masyarakat.

Gempa di Pulau Flores diketahui memicu longsor dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sikka.

Sejumlah akses yang telah ditangani antara lain ruas Lianunu–Hepang, Krica–Nitung, dan Krica–Lidi.

Longsor Ancam Jalur Logistik Ende–Maumere

Sejumlah lokasi lain masih membutuhkan mobilisasi alat berat dan penanganan lanjutan untuk memulihkan akses masyarakat.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di ruas Koro–Maumere, tepatnya di sekitar Jembatan Dagedama.

Longsor tebing aktif di kawasan tersebut berpotensi mengancam badan jalan serta jalur logistik Ende–Maumere apabila konstruksi pengaman tebing tidak segera diperkuat.

Pembangunan turap pengaman atau bronjong direkomendasikan untuk memperkuat tebing dan menjaga jalur tersebut tetap dapat digunakan.

Pemulihan konektivitas menjadi bagian dari penanganan pascagempa agar pergerakan warga dan penyaluran bantuan menuju wilayah terdampak tidak terhambat.

Penulis :
Aditya Yohan