HOME  ⁄  Ekonomi

Indodax Dorong Keseimbangan Regulasi dan Inovasi agar Industri Kripto Indonesia Tetap Kompetitif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indodax Dorong Keseimbangan Regulasi dan Inovasi agar Industri Kripto Indonesia Tetap Kompetitif
Foto: (Sumber :CEO Indodax, William Sutanto (kanan) memberi pemaparan dalam ajang Coinfest Asia 2026 di Bali. (Antara/HO/Indodax).)

Pantau - Indodax menilai keseimbangan antara regulasi dan inovasi perlu dijaga agar perkembangan industri kripto di Indonesia tetap memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus membuka ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru.

CEO Indodax William Sutanto mengatakan industri kripto nasional memasuki fase baru seiring semakin banyaknya institusi keuangan tradisional yang terkoneksi dengan aset digital dan teknologi blockchain.

Perkembangan tersebut dinilai membuka peluang untuk membawa kripto semakin dekat dengan sistem keuangan arus utama, tetapi pada saat bersamaan menghadirkan tantangan dalam mempertahankan kecepatan inovasi dan keterbukaan industri.

"Penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah," ujar William dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Aset Tradisional Mulai Terhubung dengan Blockchain

William mengatakan aset finansial tradisional semakin memungkinkan direpresentasikan secara on-chain sehingga investor kripto dan institusi perbankan dapat berinteraksi dalam ekosistem yang sama.

"Ketika aset tradisional mulai masuk ke blockchain, batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis. Ini membuka peluang yang besar, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menghubungkan kedua ekosistem tersebut," ujar William dalam Coinfest Asia 2026 di Bali.

William menyebut profil investor kripto juga semakin matang karena aset digital tidak lagi hanya diasosiasikan dengan spekulasi dan pergerakan pasar jangka pendek.

Menurut dia, semakin banyak investor memiliki pemahaman mengenai aset kripto, sementara institusi mulai melihatnya sebagai bagian dari pilihan investasi yang lebih luas.

Regulasi dinilai tetap menjadi elemen fundamental untuk menjaga perlindungan konsumen dan membangun kepercayaan pasar di tengah meningkatnya keterlibatan institusi.

William juga menilai perkembangan industri kripto berlangsung lebih cepat dibandingkan sistem keuangan tradisional.

"Kripto dan blockchain pada dasarnya merupakan playground yang besar bagi inovasi di sektor finansial. Ruang inilah yang menjadi salah satu alasan industri ini bisa berkembang begitu cepat," ujar William.

Likuiditas dan Infrastruktur Jadi Tantangan Industri

William mengatakan keseimbangan regulasi dan inovasi turut menentukan daya saing pelaku industri kripto lokal ketika berhadapan dengan platform offshore yang memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadirkan produk baru.

Selain regulasi, likuiditas dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan pasar kripto domestik.

Industri juga menghadapi tantangan untuk membuat perpindahan antara mata uang fiat dan aset kripto semakin mudah serta membangun infrastruktur yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Stablecoin diperkirakan memainkan peran semakin besar sebagai penghubung antara sistem keuangan konvensional dan ekonomi on-chain karena menawarkan jalur yang lebih familier bagi pengguna untuk memasuki ekosistem aset digital.

"Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kita membangun likuiditas, user experience (UX), dan infrastruktur yang semakin baik. Dengan teknologi yang terus berkembang, sekarang tantangannya adalah membuat ekosistem kripto semakin mudah diakses dan relevan bagi lebih banyak orang," tambah William.

William turut menekankan pentingnya prinsip sovereignty dalam teknologi blockchain, yakni kemampuan individu untuk memiliki kontrol lebih besar terhadap asetnya.

"Oleh karena itu, edukasi menjadi penting agar semakin banyak masyarakat dapat memahami bukan hanya potensi investasi, tetapi juga cara kerja dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi tersebut secara bijak," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf