HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke 6.501,67, Tekanan Bursa Asia dan Defisit Transaksi Berjalan Membayangi Pasar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke 6.501,67, Tekanan Bursa Asia dan Defisit Transaksi Berjalan Membayangi Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 24,02 poin atau 0,37 persen ke level 6.501,67 pada perdagangan Senin sore, sejalan dengan pergerakan negatif bursa saham di kawasan Asia.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut melemah 2,64 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,95.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pelemahan bursa regional Asia terjadi seiring melemahnya futures saham Amerika Serikat (AS).

"Bursa regional Asia cenderung melemah seiring pelemahan futures saham Amerika Serikat (AS) menjelang konferensi pers Menteri Keuangan, AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran. Meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Teheran," ungkap Maximilianus.

Pelaku pasar menantikan konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana pemberian sanksi tambahan terhadap Iran, sementara Teheran sebelumnya menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Iran.

Investor Menanti Kebijakan Ekonomi China

Dari kawasan Asia, investor juga menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang dijadwalkan berlangsung pada 25-28 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi perhatian investor untuk mencari sinyal mengenai kemungkinan kebijakan ekonomi baru dari pemerintah China.

Perhatian terhadap kebijakan China meningkat setelah muncul serangkaian data ekonomi yang mengecewakan serta komitmen pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Dari dalam negeri, pelemahan IHSG turut dipengaruhi kekhawatiran pelaku pasar terhadap defisit transaksi berjalan Indonesia yang semakin melebar.

Pelebaran defisit transaksi berjalan disebut mencapai level tertinggi sepanjang sejarah akibat menyusutnya surplus perdagangan barang dan meningkatnya biaya impor energi.

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 12,5 miliar dolar AS atau setara dengan 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

IHSG Bertahan di Zona Merah hingga Penutupan

IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan, tetapi kemudian bergerak masuk ke teritori negatif dan bertahan hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan saham ditutup.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang berhasil mencatatkan penguatan, yakni sektor barang baku yang naik 1,21 persen dan sektor industri yang menguat 0,15 persen.

Sebanyak sembilan sektor lainnya ditutup melemah dengan sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam sebesar 2,3 persen.

Sektor properti melemah 1,27 persen, sedangkan sektor keuangan turun 0,86 persen.

Saham yang mencatat penguatan harga terbesar adalah PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT.

Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah MEJA, ICON, MPRO, SDMU, dan CBTN.

Transaksi Saham Mencapai Rp14,26 Triliun

Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari tercatat sebanyak 2.171.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 34,23 miliar lembar.

Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp14,26 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 276 saham mengalami kenaikan harga, 384 saham melemah, dan 303 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Pelemahan juga terjadi secara luas di bursa saham regional Asia dengan indeks Nikkei turun 0,69 persen ke posisi 65.560,00 dan indeks Shanghai melemah 0,59 persen ke posisi 3.882,01.

Indeks Hang Seng turun 1,89 persen ke posisi 25.517,33, sedangkan indeks Kospi mencatat pelemahan terdalam di antara indeks regional yang disebutkan sebesar 3,12 persen ke posisi 6.696,96.

Indeks Strait Times turut ditutup melemah 0,15 persen ke posisi 5.680,69.

Penulis :
Leon Weldrick