HOME  ⁄  Ekonomi

Penumpang KA Rajabasa Melonjak 32 Persen, KAI Tingkatkan Kapasitas Jadi 848 Kursi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penumpang KA Rajabasa Melonjak 32 Persen, KAI Tingkatkan Kapasitas Jadi 848 Kursi
Foto: (Sumber :Pertumbuhan KA Rajabasa menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat lintas Sumatera Selatan–Lampung.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meningkatkan kapasitas KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang pulang-pergi menjadi 848 tempat duduk seiring pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 32,09 persen sepanjang Januari-Juli 2026.

KA Rajabasa tercatat melayani 534.748 pelanggan selama tujuh bulan pertama 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 404.848 pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut mencerminkan tumbuhnya kebutuhan perjalanan menggunakan kereta api antara Sumatera Selatan dan Lampung untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, hingga pariwisata.

Kapasitas KA Rajabasa Bertambah Jadi 848 Kursi

KAI mulai meningkatkan kapasitas KA Rajabasa pada Juli 2026 dari sebelumnya 530 menjadi 848 tempat duduk untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan perjalanan masyarakat.

KA Rajabasa menghubungkan Stasiun Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan, dengan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan kebutuhan mobilitas berbasis kereta api di Sumatra terus berkembang.

“Pertumbuhan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat di Sumatra terus berkembang. KAI terus membaca karakter setiap wilayah agar layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Pengembangan konektivitas kereta api dilakukan KAI dengan mempertimbangkan perkembangan kawasan, karakteristik wilayah, dan pola perjalanan masyarakat.

“Kereta api memiliki peran dalam menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, pengembangan layanan dilakukan dengan memahami kebutuhan setiap wilayah dan karakter perjalanan pelanggan,” kata Anne.

Pertumbuhan Ekonomi Dorong Kebutuhan Konektivitas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year on year.

Aktivitas industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan pergudangan turut menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian daerah berdasarkan publikasi BPS mengenai Produk Domestik Regional Bruto provinsi di Indonesia menurut lapangan usaha 2021-2025.

Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas antarwilayah, termasuk di Sumatra yang memiliki beragam aktivitas ekonomi dan sosial.

KAI menempatkan penguatan layanan kereta api sebagai bagian dari pengembangan ekosistem mobilitas nasional dengan jaringan perjalanan yang semakin terhubung dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf