HOME  ⁄  Ekonomi

Bappenas Menjadikan Sains, Teknologi, dan Matematika Basis Utama Pembangunan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bappenas Menjadikan Sains, Teknologi, dan Matematika Basis Utama Pembangunan Indonesia
Foto: (Sumber :Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy dalam agenda penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembentukan dan Pengembangan SDGs Entrepreneurial Center dengan Badan Riset Nasional (BRIN) di Jakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/HO- (Bappenas))

Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan sains, teknologi, dan matematika menjadi basis utama pembangunan Indonesia ke depan untuk meningkatkan nilai tambah.

Rachmat menyampaikan arah pembangunan tersebut dalam agenda penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembentukan dan Pengembangan SDGs Entrepreneurial Center dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta.

“Penguatan kapasitas riset, sains, dan teknologi menjadi semakin penting dalam menghadapi kebutuhan pembangunan Indonesia ke depan,” ucapnya.

Bappenas Dorong Riset Menghasilkan Manfaat Nyata

Bappenas menginginkan BRIN yang kuat dan berdaya jangkau agar comparative advantage Indonesia dapat diolah menjadi competitive advantage melalui pola pikir yang lahir dari riset dan inovasi.

Rachmat menilai kerja sama riset harus diarahkan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai keluaran administratif, tetapi diterapkan dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Kolaborasi antara peneliti, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat juga dinilai penting untuk memperkuat pengembangan inovasi nasional.

Menteri PPN mengarahkan penguatan SDGs Entrepreneurial Center pada layanan riset, data, dan lisensi teknologi berstandar unggul, dampak nyata, serta kreasi bersama yang melibatkan akademisi, perusahaan swasta, donor, dan komunitas lokal.

“Penandatanganan ini baru langkah awal. Kita berharap langkah ini diwujudkan dalam tindakan yang tepat, sehingga dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang, sejarah ini menjadi sejarah kebangkitan nilai tambah hasil karya bangsa Indonesia, sumber daya Indonesia, serta modal kapital dan modal manusia Indonesia,” ungkap Kepala Bappenas.

BRIN Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan BRIN menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

“Inovasi dan teknologi perlu terus diimplementasikan agar dapat dimanfaatkan secara nyata untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” kata Arif.

Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat penerapan hasil riset dan inovasi sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi sumber daya, karya, modal, dan manusia Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan