HOME  ⁄  Nasional

Illiza Menilai Aceh Membutuhkan Kebijakan Tepat untuk Menghadapi Dinamika Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Illiza Menilai Aceh Membutuhkan Kebijakan Tepat untuk Menghadapi Dinamika Daerah
Foto: (Sumber :Dirut Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar menyerahkan buku kepada Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal di Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (25/8/2026). ANTARA/Akramul Muslim.)

Pantau - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menilai Aceh membutuhkan pendekatan dan kebijakan yang tepat untuk menghadapi berbagai dinamika masyarakat dengan mengutamakan kepastian pengelolaan pemerintahan, pemerataan ekonomi, dan partisipasi warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Illiza di Blang Bintang, Aceh Besar, dalam keterangannya pada Rabu, 26 Agustus 2026, setelah menanggapi pengibaran bendera bulan bintang pada peringatan damai Aceh.

"Terkait persoalan administratif maupun regulasi seperti qanun/peraturan daerah tentang Bendera dan Lambang Aceh, hal tersebut tidak lagi menjadi hambatan utama dalam percepatan pembangunan daerah," kata Illiza.

Illiza Dorong Fokus pada Pemerintahan dan Ekonomi

Illiza mengatakan fokus utama saat ini perlu diarahkan pada kepastian pengelolaan pemerintahan serta pemerataan ekonomi di Aceh.

Aceh telah memiliki Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, tetapi implementasinya hingga kini masih menjadi bagian dari pembahasan antara pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.

Illiza menilai pendekatan berbasis partisipasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga pembangunan karena masyarakat dapat merasa memiliki sekaligus terlibat langsung dalam proses tersebut.

"Artinya, saat masyarakat dilibatkan seperti di Banda Aceh, mereka langsung ikut serta menyumbangkan lahan dalam penyelarasan tata ruang desa dan terlibat aktif membenahi lanskap permukiman," katanya.

Menurut Illiza, penerapan pendekatan dan kebijakan yang tepat disertai keterlibatan langsung masyarakat dapat menjaga pembangunan daerah tetap berjalan tanpa menimbulkan gejolak.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf