
Pantau - Perum Bulog memastikan ketersediaan beras dan kelancaran distribusi pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga dengan stok sekitar 35 ribu ton serta tambahan sekitar 40 ribu ton yang akan dimobilisasi secara bertahap dari sejumlah wilayah.
Tambahan pasokan tersebut akan didatangkan dari sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung berbagai penugasan pemerintah.
Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal mengatakan pihaknya terus mengawal mobilisasi beras, termasuk dengan memantau langsung proses pembongkaran beras mobilisasi nasional di Pelabuhan Labuan Bajo, NTT.
“Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras berjalan dengan baik. Beras yang masuk akan kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga,” kata Andi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Bulog Pantau Pembongkaran 150 Ton Beras di Labuan Bajo
Sebanyak 150 ton beras telah dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan pangan di NTT.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kualitas beras sebelum selanjutnya didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Andi.
Dalam pemantauan tersebut, Andi didampingi Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko serta jajaran terkait dari bidang manajemen logistik, umum, pengadaan dan pengelolaan pangan, hingga pimpinan Cabang Bulog Ruteng.
Bulog menyatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan mobilisasi dan distribusi beras berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat di NTT dapat terus terpenuhi.
Stok beras yang tersedia juga akan dioptimalkan untuk bantuan pangan, penanganan masyarakat terdampak bencana alam, serta pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Distribusi Pangan untuk Wilayah Bencana Jadi Perhatian
Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko mengatakan Bulog terus memastikan distribusi pangan menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Bulog juga melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan agar beras yang tersedia dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Dalam kondisi bencana, tentunya distribusi menjadi salah satu perhatian utama agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Rahmanto.
Penguatan stok sekitar 40 ribu ton menjadi langkah antisipatif untuk menjaga kecukupan pasokan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pangan dan penugasan pemerintah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sebelumnya juga menegaskan perusahaan akan memperkuat ketersediaan beras di NTT melalui tambahan pasokan dari sejumlah wilayah.
Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam penanganan bencana di NTT agar bantuan pangan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



