HOME  ⁄  Ekonomi

Jamkrindo Dorong Penyandang Disabilitas Mandiri Ekonomi lewat Harmoni Karya Inklusif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jamkrindo Dorong Penyandang Disabilitas Mandiri Ekonomi lewat Harmoni Karya Inklusif
Foto: (Sumber :Jamkrindo Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas.)

Pantau - PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui program Harmoni Karya Inklusif yang digelar di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21-23 Agustus 2026.

Program bertema "Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan" tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, kemandirian, dan membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu mengatakan penyandang disabilitas perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi.

"Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami ingin mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, sekaligus membuka peluang agar karya mereka dapat memiliki nilai ekonomi," ujar Akhmad dalam siaran pers, Senin, 25 Agustus 2026.

Peserta Dibekali Keterampilan hingga Akses Pasar

Harmoni Karya Inklusif mencakup pelatihan membatik dan menjahit serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas.

Pelatihan membatik diikuti 20 penyandang disabilitas dengan materi yang antara lain berfokus pada pengembangan motif khas Karawang.

Jamkrindo merancang rangkaian kegiatan tersebut agar keterampilan peserta dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi dipasarkan.

"Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai," lanjut Akhmad.

Melalui business matching, peserta pelatihan membatik dan menjahit dipertemukan untuk mengolah kain batik menjadi pakaian, tas, aksesori, serta berbagai produk kreatif lainnya.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun rantai nilai usaha yang melibatkan penyandang disabilitas mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk.

"Kami ingin agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Adaproses lanjutan berupa kolaborasi, pengembangan produk, dan pengenalan karya kepada pasar. Dengan begitu, peserta memiliki peluang untuk terus berkarya dan semakin mandiri secara ekonomi," ungkapnya.

Pameran Jadi Ruang Promosi Karya Disabilitas

Puncak program diisi dengan pameran dan lomba karya penyandang disabilitas yang mencakup fashion show, pameran hasil karya, penjurian, pertunjukan seni, serta pemberian penghargaan kepada peserta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan karya peserta kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan calon mitra pemasaran.

"Melalui pameran dan apresiasi ini, kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwakarya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan. Inklusivitas akan menjadi semakin bermakna ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dapat bersama-sama membuka akses dan menciptakan kesempatan," kata Akhmad.

Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan kredit yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG) dengan produk penjaminan program maupun nonprogram.

Penulis :
Aditya Yohan