HOME  ⁄  Ekonomi

Produk Olahan Buah dan Tempe UMKM Indonesia Tembus Chile, Pesanan Capai Rp510 Juta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Produk Olahan Buah dan Tempe UMKM Indonesia Tembus Chile, Pesanan Capai Rp510 Juta
Foto: (Sumber :Para pelaku usaha asal Indonesia mengikuti pameran Espacio Food & Service 2025 (ANTARA/HO-Kemendag).)

Pantau - Produk olahan buah, sayur, dan camilan tempe dari dua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia berhasil memperoleh pesanan dari Chile senilai 29 ribu dolar AS atau sekitar Rp510 juta.

Kementerian Perdagangan menyebut pengiriman produk telah dilakukan dari Indonesia pada pekan kedua Agustus 2026 dan diperkirakan tiba di Chile pada Oktober 2026 untuk didistribusikan melalui jaringan ritel setempat.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan transaksi tersebut berpeluang berkembang menjadi kerja sama jangka panjang apabila produk mendapatkan respons positif di pasar Chile.

"Transaksi ini dapat menjadi awal keberlanjutan kerja sama jangka panjang dengan buyer setempat. Hal ini selaras dengan upaya Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar global," ujar Puntodewi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kemendag memproyeksikan kedua UMKM tersebut berpotensi memperoleh tambahan transaksi hingga 29 ribu dolar AS apabila produk yang dikirim mendapatkan respons positif dan perdagangan berlanjut.

Keripik Buah hingga Tempe Masuk Pasar Chile

Dua pelaku usaha yang membukukan ekspor tersebut adalah CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia.

CV Pangantama Makmur Abadi mengekspor keripik mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur.

Sementara itu, CV Arva Indonesia mengirim keripik tempe dengan varian truffle, honey butter, dan himalayan salt basil.

Transaksi tersebut merupakan tindak lanjut keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam pameran produk makanan dan minuman Espacio Food & Service 2025 di Chile.

Kesepakatan ekspor kemudian terwujud melalui komunikasi bisnis lanjutan yang disinergikan Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago.

Indonesia Catat Surplus Perdagangan dengan Chile

Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan Indonesia dan Chile tercatat mencapai 277,4 juta dolar AS.

Nilai ekspor Indonesia ke Chile mencapai 219,8 juta dolar AS, sedangkan impor dari Chile tercatat 57,6 juta dolar AS sehingga Indonesia membukukan surplus 162,2 juta dolar AS.

Sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 534,9 juta dolar AS dengan ekspor Indonesia sebesar 440,8 juta dolar AS dan impor sebesar 94 juta dolar AS.

Indonesia pada periode tersebut mencatat surplus perdagangan dengan Chile sebesar 346,8 juta dolar AS.

Komoditas ekspor Indonesia ke Chile pada 2025 didominasi kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin dan pesawat mekanik, serta kertas dan karton.

Sementara itu, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas dari Chile berupa ikan dan udang, bubur kayu, pupuk, buah-buahan, serta hasil penggilingan.

Penulis :
Aditya Yohan