
Pantau - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus berupaya mengejar target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari pada 2026 melalui optimalisasi produksi perusahaan migas, pemanfaatan stok minyak di tangki, dan produksi dari sumur masyarakat atau sumur rakyat.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan realisasi rata-rata lifting minyak sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan baru mencapai 578 ribu barel per hari.
"Target kita adalah 610 ribu barel per hari, dan untuk outlook dari Januari sampai Juli kita perkirakan 578 ribu barel rata-ratanya," kata Djoko di Jakarta, Rabu.
Djoko menyampaikan keterangan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI.
Target lifting minyak mentah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari.
Produksi Exxon Mobil dan Pertamina Hulu Rokan Turun
Belum tercapainya target lifting antara lain dipengaruhi penurunan produksi pada sejumlah perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.
Djoko mencontohkan produksi Exxon Mobil yang pada 2025 mencapai sekitar 151 ribu barel per hari, tetapi saat ini turun menjadi sekitar 124 ribu barel per hari.
Angka tersebut sekitar 24 ribu barel per hari lebih rendah dibandingkan target produksi Exxon Mobil dalam APBN yang mencapai 148 ribu barel per hari.
Kondisi serupa terjadi pada Pertamina Hulu Rokan yang ditargetkan menghasilkan 163 ribu barel per hari, tetapi realisasinya baru sekitar 133 ribu barel per hari.
"Sedangkan Pertamina Hulu Rokan dari target 163 ribu barel per hari realisasi baru 133 ribu barel per hari, hal ini diakibatkan karena pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) putus," ujarnya lagi.
Dengan realisasi tersebut, produksi Pertamina Hulu Rokan masih sekitar 30 ribu barel per hari di bawah target.
SKK Migas Cairkan Stok Minyak dan Andalkan Sumur Rakyat
SKK Migas berencana memanfaatkan stok minyak yang sebelumnya telah diangkat dan disimpan di dalam tangki untuk membantu menutup kekurangan lifting dari sejumlah perusahaan migas.
Total stok minyak yang telah diangkat dan tersimpan di tangki mencapai 2,57 juta barel.
Pemanfaatan stok tersebut diperkirakan dapat memberikan tambahan lifting sekitar 6.800 barel per hari.
Selain stok di tangki, SKK Migas akan mengandalkan produksi minyak dari sumber masyarakat yang ditargetkan memberikan tambahan hingga 5 ribu barel per hari.
Optimalisasi produksi sejumlah perusahaan migas juga akan dilakukan sebagai bagian dari strategi mengejar target lifting 610 ribu barel per hari.
"Kita akan mencairkan stok yang membeku di tangki bisa dicairkan 6.800 kemudian dari sumber masyarakat itu bisa mencapai 5 ribu barel per hari dan optimalisasi beberapa perusahaan migas," katanya menambahkan.
- Penulis :
- Arian Mesa



