
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai langkah strategis menekan timbulan sampah.
Fasilitas PSEL tersebut dibangun melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga dan ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan.
Setelah beroperasi, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
Bekasi Masuk Kategori Darurat Sampah
Zulhas mengatakan Bekasi menjadi wilayah ketiga setelah Bali dan Bandung yang mendapat penanganan karena telah masuk kategori darurat sampah.
"Kami sudah di Bali, Jawa Barat di Bandung dan Bekasi ini sudah yang ketiga. Wilayah-wilayah tersebut yang masuk kategori darurat sampah," kata Zulhas.
Selain pembangunan PSEL dengan dukungan pihak swasta, pemerintah mendapat dukungan TNI Angkatan Darat untuk menangani persoalan sampah di Kota Bekasi.
TNI AD menyatakan kesiapan mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak dengan kapasitas hingga 1.500 ton per hari.
Zulhas berharap berbagai program tersebut secara bertahap dapat mengurangi gunungan sampah di Kota Bekasi yang timbulan terbarunya disebut telah mencapai ketinggian 60 meter.
Menurut Zulhas, terdapat sekitar 1.500 ton sampah baru, sementara sampah lama yang harus ditangani mencapai sekitar 1.000 ton.
"Mudah-mudahan dalam waktu beberapa tahun ke depan kita akan menghabisi gunung-gunung sampah di Kota Bekasi yang timbulan terbarunya sampai 60 meter. Kalau sampah baru sampai 1.500 ton kemudian sampah lama 1.000 ton," ujarnya lagi.
Zulhas menilai penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih maksimal apabila masyarakat ikut memilah sampah langsung dari sumbernya.
Ia optimistis sedikitnya 70 persen sampah dapat terurai dalam waktu dua hingga tiga tahun mendatang apabila berbagai langkah penanganan berjalan optimal.
TNI AD Siapkan Pengolahan Sampah Menjadi BBM
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD akan mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak, terutama untuk menangani sampah lama yang telah menggunung.
Pengolahan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi timbulan sampah sebelum fasilitas PSEL mulai beroperasi.
Maruli berharap fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak dapat mulai beroperasi pada awal tahun depan.
Pembangunan fasilitas itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan.
TNI AD juga membuka kemungkinan menambah fasilitas atau pabrik apabila proses pengolahan telah berjalan dan volume sampah mulai berkurang.
"Mudah-mudahan segera ya, awal tahun depan kami sudah bisa beroperasi, satu-dua bulan pembangunan fasilitasnya dan kalau proses pengolahan sampah sudah mulai, berkurang sampahnya, kita tambah lagi pabriknya," katanya lagi.
Pemprov Jabar Siap Sewa Lahan Perhutani
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan penanganan sampah dalam jangka pendek akan melibatkan TNI AD melalui Kepala Staf Angkatan Darat.
Dalam skema tersebut, sampah akan diolah menjadi solar untuk mengantisipasi timbulan sampah sebelum fasilitas PSEL beroperasi.
Dedi menilai pemerintah telah memiliki gambaran penyelesaian persoalan sampah dalam jangka pendek melalui skema tersebut.
Untuk mendukung kebutuhan teknis pengolahan sampah di wilayah Bandung dan Bandung Barat, Dedi menyebut kawasan milik Perhutani dapat dipertimbangkan sebagai lokasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan menyatakan siap menanggung biaya sewa lahan Perhutani hingga 30 tahun apabila diperlukan.
"Artinya dalam jangka pendek kita sudah ada gambaran untuk menyelesaikan. Dan hal-hal teknis seperti di Bandung, Bandung Barat, ada area Perhutani. Kalau perlu Pemprov Jabar mengeluarkan biaya sewa untuk 30 tahun ke depan terhadap tanah itu, kita bersedia," katanya.
Dalam jangka panjang, pembangunan industri PSEL diproyeksikan memperkuat pasokan energi di Jawa Barat sekaligus diharapkan membantu menekan tarif listrik yang dibayarkan masyarakat.
Pemerintah juga mendorong masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, menyediakan tempat sampah di rumah, serta memulai pengelolaan dan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
"Dua hal ini kita menyambut gembira dengan harapan ke depan rakyat juga berkesadaran untuk tidak membuang sampah di mana saja. Disiapkan tempat sampah di rumah masing-masing. Dan atas inisiatif dari Pak Kemenko Pangan, sampahnya sudah terolah dari tingkat rumah tangga," kata dia pula.
- Penulis :
- Leon Weldrick



