HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi El Nino, Mentan Amran Pastikan Produksi Pangan Tetap Terjaga

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi El Nino, Mentan Amran Pastikan Produksi Pangan Tetap Terjaga
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis 27/8/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi kekeringan lahan akibat fenomena El Nino demi menjaga produktivitas pertanian dan produksi pangan nasional.

Amran mengatakan dampak kekeringan telah diantisipasi sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui berbagai program penguatan sektor pertanian di seluruh Indonesia.

"Itu menghadapi kekeringan lahan pertanian sudah diantisipasi sejak awal. Kan kita sudah antisipasi sejak pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran (Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka)," kata Mentan saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis.

Irigasi hingga Benih Tahan Kekeringan Disiapkan

Sejumlah langkah strategis yang disiapkan pemerintah meliputi pembangunan dan penguatan irigasi, program pompanisasi, pembangunan embung, serta penyediaan benih tahan kekeringan.

Pemerintah juga menjalankan program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa sebagai bagian dari upaya menjaga produksi pangan nasional.

"Kan kita sudah ada irigasi, ada pompanisasi, ada embung, kemudian ada benih tahan kekeringan, kemudian ada cetak sawah, optimalisasi rawa," ujar Amran.

Dalam bidang irigasi, pemerintah mempercepat pembangunan sekaligus rehabilitasi jaringan untuk memastikan pasokan air menuju lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.

Penguatan jaringan irigasi terutama diarahkan pada sentra produksi pangan agar aktivitas pertanian dapat terus berlangsung ketika curah hujan menurun.

Program pompanisasi juga diperluas untuk membantu petani memperoleh pasokan air dari sumber terdekat sehingga aktivitas penanaman dan produktivitas lahan tetap terjaga selama kondisi kering.

Pembangunan embung terus dilakukan sebagai sarana penyimpanan dan cadangan air, khususnya di kawasan pertanian yang rawan mengalami kekeringan.

Kementerian Pertanian turut menyediakan benih padi tahan kekeringan agar tanaman tetap mampu berproduksi ketika menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering dibandingkan musim normal.

Sementara itu, program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa digunakan untuk memperluas areal tanam sekaligus menjaga produksi beras nasional di tengah ancaman El Nino.

"Nah, itu bentuk antisipasi dari pada kekeringan. Alhamdulillah hari ini stok (beras) kita (yang dikelola Perum Bulog) masih ada 5 juta ton. Jadi aman," beber Amran.

Amran menyebut stok beras yang dikelola Perum Bulog saat ini masih berada di kisaran 5 juta ton sehingga persediaan dinilai masih aman.

Kekeringan Terdampak Sekitar 30 Ribu Hektare

Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Amran, luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai sekitar 30 ribu hektare.

Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas tanam nasional yang mencapai sekitar 11 juta hektare.

Amran meyakini luas lahan yang terdampak kekeringan tersebut tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap produktivitas pertanian secara nasional.

"Laporan terakhir kami terima, itu paling terakhir itu 30 ribuan hektare. Itu kecil karena luas tanam kita 11 juta (hektare). Kecil. Insya Allah tidak (mempengaruhi produktivitas pertanian)," kata Amran.

Meski demikian, Amran tidak merinci jumlah jaringan irigasi yang telah dibangun maupun jumlah pompa air yang sudah disalurkan untuk menghadapi kekeringan akibat El Nino.

Ia memastikan pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkah strategis agar sektor pertanian dan produksi pangan tetap terjaga ketika memasuki musim kemarau.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026