
Pantau - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) M. Anwar Bashori menilai kepercayaan menjadi salah satu modal penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan mendorong masuknya investasi guna memenuhi kebutuhan pembiayaan eksternal Indonesia.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Jakarta, Kamis (27/8), Anwar menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi akan ikut terefleksikan dalam kondisi transaksi berjalan atau current account.
Menurut Anwar, defisit transaksi berjalan diperkirakan masih terjadi pada tahun ini dan tahun depan karena tabungan domestik belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan investasi.
Kondisi tersebut membuat Indonesia masih membutuhkan pembiayaan eksternal melalui investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), investasi portofolio, maupun bentuk investasi lainnya.
Dalam situasi tersebut, kepercayaan investor dinilai menjadi faktor penting agar modal dari luar negeri bersedia masuk dan bertahan di Indonesia.
“Hal inilah yang kenapa dituntut kepercayaan, karena dengan kepercayaan tersebut tentunya supaya investor masuk baik dengan FDI, portofolio investasi, dan other investment untuk mengisi gap daripada current account supaya pertumbuhan ekonomi ke depan tetap terjamin. Sehingga modal dapat mencari peluang, tetapi hanya yang akan menetap ketika kepercayaan terjaga,” kata Anwar.
Daerah dan UMKM Jadi Sumber Pertumbuhan
Anwar menawarkan sejumlah strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, salah satunya menjadikan daerah sebagai mesin pertumbuhan.
Menurutnya, perekonomian Indonesia akan semakin kuat apabila sumber-sumber pertumbuhan dapat diakselerasi secara merata di berbagai daerah.
Upaya pemerintah melalui TP2ED yang dikonsolidasikan dan dikoordinasikan bersama Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN) dinilai dapat membantu mengubah potensi ekonomi daerah menjadi realisasi investasi.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi berikutnya adalah memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang inklusif, khususnya melalui peningkatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anwar menilai UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia, tetapi kontribusinya terhadap ekspor masih berada di kisaran 15 persen.
Karena itu, daya saing UMKM perlu terus ditingkatkan sekaligus memperkuat keterhubungannya dengan rantai nilai global.
Peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus membantu memperbaiki kondisi transaksi berjalan Indonesia.
Anwar juga menawarkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem perekonomian nasional.
Sistem Pembayaran Tunai dan Non-Tunai Harus Saling Melengkapi
Anwar selanjutnya menyoroti pentingnya membangun sistem pembayaran yang berdaulat dengan menempatkan transaksi tunai dan non-tunai sebagai instrumen yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Undang-Undang Mata Uang mengamanatkan BI untuk menjamin ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berdasarkan survei yang disampaikan Anwar, sebanyak 77 persen masyarakat Indonesia masih memiliki preferensi menggunakan transaksi tunai.
Kondisi itu membuat BI perlu membangun kebijakan sistem pembayaran yang mampu mengakomodasi transaksi tunai maupun non-tunai secara terkoordinasi.
“Dengan demikian, kami harus bisa membangun kebijakan sistem pembayaran bukan overlapping, namun saling membantu dan saling melakukan koordinasi yang bagus,” kata Anwar.
Anwar Usung Konsep 5M dan Integritas Tanpa Batas
Strategi lainnya yang ditawarkan Anwar adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Bank Indonesia.
Anwar menilai BI perlu membentuk SDM yang kompeten, profesional, dan berakhlak mulia dengan menjadikan integritas sebagai landasan utama.
Filosofi pengembangan SDM yang ditawarkan Anwar adalah “Memanusiakan Manusia”.
Filosofi tersebut diterapkan melalui konsep 4P, yakni perencanaan, pemenuhan, pengembangan, dan pemeliharaan.
Pendekatan itu ditujukan untuk mempertahankan talenta terbaik, meningkatkan motivasi, serta memperkuat keterlibatan pegawai.
Dalam pemaparannya, Anwar menekankan visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi stabilitas yang kuat, kepercayaan yang terjaga, kemandirian ekonomi yang semakin kokoh, serta sinergi transformasi yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Anwar mengusung tema “Dedikasi untuk Negeri” untuk memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Sementara itu, prinsip “Integritas Tanpa Batas” ditempatkan sebagai landasan untuk menjaga kepercayaan terhadap Bank Indonesia, rupiah, dan perbankan Indonesia.
Anwar merangkum komitmennya melalui konsep 5M, yakni menjaga kepercayaan, memperkuat ekonomi daerah, mendorong ekonomi inklusif, menjaga kedaulatan rupiah, dan meningkatkan SDM yang unggul.
“Dengan komitmen kami menguatkan dengan 5M, menjaga kepercayaan, memperkuat ekonomi daerah, mendorong ekonomi inklusif, menjaga kedaulatan rupiah, meningkatkan SDM yang unggul. Itulah makna ‘Dedikasi untuk Negeri: Integritas Tanpa Batas’,” kata Anwar.
M. Anwar Bashori saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI sejak 2025 setelah sebelumnya menjadi Kepala Departemen Sumber Daya Manusia pada periode 2022-2024.
Anwar juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah pada periode 2016-2022.
Pada Rabu (26/8), Komisi XI DPR RI juga telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Gubernur BI Destry Damayanti serta calon Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman.
Destry Damayanti dan Aida S. Budiman masing-masing merupakan calon tunggal untuk posisi yang dicalonkan berdasarkan Surat Presiden kepada DPR RI.
- Penulis :
- Leon Weldrick




