
Pantau - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perusahaan offtaker PT Santana Manggala Karya, dan Paguyuban Pasundan menandatangani nota kesepahaman pengembangan mekanisasi komoditas sorgum di lahan percontohan seluas 50 hektare di Jawa Barat.
Kerja sama tersebut menempatkan Pemprov Jawa Barat sebagai penyedia lahan pertanian, sedangkan PTDI bertugas merancang, memproduksi, dan mengaplikasikan alat mekanisasi untuk mengolah produk turunan sorgum.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan program itu merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dengan memadukan kemampuan teknologi manufaktur dan kebutuhan pangan daerah.
"Insya Allah, hari ini kita tanda tangani MoU antara Pemda Jabar, offtaker PT Santana Manggala Karya, PTDI dan dinaungi oleh Paguyuban Pasundan. Kita menandatangani nota kesepakatan bersama," kata Gita di sela puncak HUT Ke-50 PTDI di Kompleks PTDI, Bandung, Sabtu (29/8).
Gita menjelaskan keterlibatan PTDI dalam pengembangan sorgum bukan sekadar kegiatan sosial seremonial, tetapi bagian dari upaya mentransfer teknologi industri presisi untuk memodernisasi peralatan pengolahan produk pertanian di Jawa Barat.
"PTDI tugasnya adalah melakukan mekanisasi. Jadi kami menghasilkan berbagai macam mesin untuk derivatif program sorgum," ujar Gita.
Program tersebut sekaligus memperluas pemanfaatan kemampuan manufaktur PTDI dari sektor kedirgantaraan ke teknologi yang dapat mendukung pengolahan komoditas pangan.
Selain mengembangkan mekanisasi sorgum, PTDI memperkuat jaringan pendidikan melalui program Goes to School dan kolaborasi dengan perguruan tinggi bersama Paguyuban Pasundan untuk mengenalkan industri kedirgantaraan kepada generasi muda.
PTDI juga menyiapkan pusat pelatihan yang memiliki kerja sama Approved Maintenance Training Organization (AMTO) di Bali Utara untuk menghasilkan tenaga bersertifikasi di bidang pemeliharaan pesawat.
Penguatan kapasitas tersebut turut didukung arahan Danantara Development untuk mengonsolidasikan diaspora pakar aviasi Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri dan teknologi nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




