HOME  ⁄  Ekonomi

BKPM Perkuat Iklim Investasi, Rosan Dorong Hilirisasi Digital hingga Energi Bersih

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BKPM Perkuat Iklim Investasi, Rosan Dorong Hilirisasi Digital hingga Energi Bersih
Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat 28/8/2026 (sumber: BKPM)

Pantau - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus memperkuat kualitas iklim investasi melalui penyederhanaan layanan perizinan, peningkatan kepastian hukum, dan fasilitasi penyelesaian berbagai hambatan investasi atau debottlenecking.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proyek-proyek investasi dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mengawal pelaksanaan investasi.

Hilirisasi Merambah Teknologi dan Infrastruktur Digital

Rosan mengatakan perkembangan investasi global semakin bergerak menuju sektor-sektor strategis yang diperkirakan membentuk perekonomian masa depan, mulai dari infrastruktur digital, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), energi bersih, manufaktur maju, hingga mineral kritis.

“Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya berkutat seputar mineral dan pengolahannya, namun merambah ke infrastruktur digital, teknologi, inovasi dan industri yang akan menentukan pertumbuhan dunia masa mendatang,” kata Rosan.

Menurut Rosan, perkembangan tersebut menunjukkan hilirisasi ke depan tidak lagi hanya berfokus pada mineral beserta kegiatan pengolahannya, tetapi juga berkembang ke teknologi, inovasi, infrastruktur digital, dan berbagai industri strategis lainnya.

BKPM pada saat yang sama terus mendorong peningkatan kepastian berusaha dengan membangun proses bisnis yang semakin dapat diprediksi bagi pelaku usaha.

Kepastian tersebut dinilai semakin penting karena keputusan investor tidak lagi hanya mempertimbangkan besarnya pasar domestik dan biaya produksi.

Investor juga mempertimbangkan stabilitas dan kepastian usaha, kemitraan, keandalan infrastruktur, serta visi pembangunan jangka panjang sebelum mengambil keputusan investasi.

Rosan menyampaikan arah kebijakan tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Rosan menyoroti posisi strategis Jakarta sebagai salah satu pusat utama pertumbuhan ekonomi dan investasi Indonesia.

“Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan ini,” ujar Menteri Rosan.

Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau setara 17,2 persen dari keseluruhan realisasi investasi nasional pada periode yang sama.

Jakarta juga memberikan kontribusi sebesar 16,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II 2026.

Realisasi investasi Jakarta pada semester I 2026 ditopang sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai Rp54,4 triliun.

Sektor jasa lainnya mencatat realisasi investasi Rp43,6 triliun, disusul perdagangan dan reparasi sebesar Rp28,4 triliun.

Sektor perumahan dan perkantoran mencatat investasi Rp14 triliun, sedangkan sektor konstruksi membukukan realisasi Rp12,9 triliun.

“Kita ketahui bahwa Jakarta berkontribusi sangat signifikan terhadap total realisasi investasi di Indonesia, dan kalau kita lihat Jakarta hampir selalu masuk ke dalam lima besar bahkan semester ini peringkat I,” kata Rosan.

Menurut Rosan, Jakarta hampir selalu berada dalam lima besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia dan pada semester I 2026 menempati peringkat pertama.

BKPM dan Pemerintah Jakarta Kawal Proyek Investasi

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus berkolaborasi dengan Pemerintah Jakarta untuk mengawal berbagai proyek investasi di wilayah tersebut.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memastikan proyek investasi memperoleh fasilitasi yang diperlukan sehingga dapat diimplementasikan dengan baik.

“Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Jakarta untuk memastikan proyek-proyek yang ada di Jakarta terfasilitasi dan implementasinya dapat berjalan dengan baik dan benar sehingga memberikan asas manfaat tidak hanya kepada Jakarta tetapi bagi perekonomian Indonesia,” ucap Rosan.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah mengharapkan realisasi proyek investasi di Jakarta tidak hanya memberikan manfaat bagi perekonomian daerah, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026