HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS setelah Mata Uang Amerika Terkoreksi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp17.715 per Dolar AS setelah Mata Uang Amerika Terkoreksi
Foto: (Sumber :Warga mengambil uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu (1/7/2026). ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/YU.)

Pantau - Nilai tukar rupiah menguat tujuh poin atau 0,04 persen menjadi Rp17.715 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026) dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.722 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS yang mengalami koreksi.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Rencana Pembelian Kembali Obligasi AS Tekan Dolar

Lukman mengatakan koreksi dolar AS dipengaruhi kekhawatiran terhadap rencana pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang oleh pemerintah Amerika Serikat yang segera dimulai.

Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan peningkatan nilai buyback obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS per operasi mulai 9 September 2026 dari sebelumnya 2 miliar dolar AS.

Dari dalam negeri, investor cenderung mengambil sikap menunggu dan melihat atau wait and see menjelang rilis data inflasi serta perdagangan Indonesia.

"Data perdagangan diperkirakan akan kembali menunjukkan defisit sekitar 300 juta dolar AS oleh lonjakan impor (dari harga minyak mentah yang tinggi) yang diperkirakan naik 24 persen, sedangkan inflasi yoy (year on year) diperkirakan naik dari 2,88 persen ke 3,13 persen," ungkap Lukman.

Rupiah Diprediksi Bergerak Rp17.650-Rp17.800

Data perdagangan dan inflasi menjadi sejumlah faktor domestik yang diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan rupiah.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Penguatan pada perdagangan Selasa pagi terjadi ketika rupiah bergerak naik terbatas di tengah koreksi dolar AS dan penantian pasar terhadap data ekonomi domestik.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026