HOME  ⁄  Ekonomi

Harga TBS Sawit Petani Swadaya Riau Naik Menjadi Rp3.884,84 per Kilogram

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Harga TBS Sawit Petani Swadaya Riau Naik Menjadi Rp3.884,84 per Kilogram
Foto: Petani memanen tandan buah segar kelapa sawit di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh (sumber: ANTARA/Syifa Yulinas)

Pantau - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau naik tipis sebesar Rp6,11 per kilogram atau 0,16 persen dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp3.884,84 per kilogram untuk periode 2-8 September 2026.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan kenaikan tersebut terjadi pada kelompok tanaman kelapa sawit berumur sembilan tahun yang memiliki harga TBS tertinggi.

Kenaikan harga TBS petani swadaya terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga kernel pada periode penetapan tersebut.

"Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga kernel," ungkap Defris.

Harga Kernel Naik, CPO Turun

Pada periode tersebut, harga kernel untuk perhitungan TBS petani swadaya naik sebesar Rp230,20 per kilogram dibandingkan minggu sebelumnya.

Kenaikan itu membuat harga kernel petani swadaya menjadi Rp13.543,50 per kilogram.

Berbeda dengan kernel, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami penurunan sebesar Rp26,49 per kilogram.

Harga CPO untuk perhitungan TBS petani swadaya pada periode tersebut menjadi Rp15.810,98 per kilogram.

Pergerakan berbeda terjadi pada harga pembelian TBS kelapa sawit petani mitra plasma di Riau yang mengalami penurunan untuk satu minggu ke depan.

Harga TBS petani mitra plasma turun sebesar Rp14,07 per kilogram atau 0,36 persen dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp3.931,55 per kilogram.

Harga jual CPO untuk perhitungan TBS petani plasma juga turun sebesar Rp166,16 per kilogram menjadi Rp15.800 per kilogram.

Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma naik sebesar Rp435,06 per kilogram menjadi Rp13.505 per kilogram.

Pemprov Riau Tingkatkan Tata Kelola Penetapan Harga

Defris menjelaskan Dinas Perkebunan Provinsi Riau terus meningkatkan tata kelola dalam proses penetapan harga TBS kelapa sawit agar sesuai dengan peraturan dan memberikan keadilan bagi kedua belah pihak.

"Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat," kata Defris.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026