
Pantau - ID FOOD melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) membuka akses pasar baru bagi peternak ayam petelur di Jawa Timur dengan mengirimkan 40 ton daging ayam petelur non-produktif beku ke Makassar dan Papua.
Pengiriman perdana tersebut menjadi langkah awal perusahaan menyerap ayam petelur yang telah memasuki akhir masa produksi sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi peternak.
Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro mengatakan ayam petelur yang sudah tidak produktif dapat diserap dan dipasarkan dalam bentuk daging ayam beku ke wilayah yang membutuhkan pasokan.
ID FOOD Bangun Skema Perdagangan B2B
Pengiriman 40 ton daging ayam petelur beku tersebut juga menjadi tahap awal pembangunan skema perdagangan business to business (B2B) yang mempertemukan peternak dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah.
“Kesempatan perdana ini dilakukan pengiriman sebanyak 40 ton daging ayam petelur beku atau frozen untuk membangun skema perdagangan business to business (b2b) yang mempertemukan peternak dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah,” kata Dwi di Sidoarjo, Selasa.
Menurut Dwi, penyerapan daging ayam petelur diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah lain, terutama kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi permintaan.
Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, spesifikasi, harga, serta keberlanjutan pasokan.
Dalam menjalankan program tersebut, ID FOOD menggandeng sejumlah koperasi peternak di Jawa Timur.
Koperasi tersebut meliputi Koperasi PPN Blitar, Koperasi Kartini Blitar, Koperasi Putra Blitar, Koperasi PPRN Blitar, Koperasi Berkah Telur Blitar, dan Koperasi Seribu Rejeki Kediri.
Dwi menjelaskan kapasitas penyerapan untuk memenuhi kebutuhan pasar Makassar dan Papua dapat mencapai 150 ton per bulan.
Volume penyerapan tersebut masih berpeluang ditingkatkan secara bertahap seiring perkembangan kebutuhan pasar.
Pola perdagangan itu sejalan dengan transformasi bisnis ID FOOD menjadi perusahaan trading pangan yang menghubungkan daerah sumber produksi dengan wilayah yang membutuhkan produk pangan melalui jaringan distribusi perusahaan.
ID FOOD juga berencana meningkatkan volume penyerapan sekaligus memperluas pemasaran daging ayam petelur ke daerah lain.
“Selain meningkatkan volume, kami juga akan mengembangkan menuju pasar di daerah lainnya agar bisnis ini berkembang,” katanya.
Kementan Dorong Stabilisasi Harga dan Keberlanjutan Peternak
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Dr. drh. Makmun, M.Sc mengatakan pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian untuk membantu penyerapan ayam petelur yang telah memasuki masa pemotongan.
Kementerian Pertanian mendukung pengiriman sekitar 40 ton daging ayam petelur dari Jawa Timur ke Sulawesi Selatan sebagai salah satu upaya membantu stabilisasi harga dan menjaga keberlanjutan usaha peternak.
Penyerapan ayam yang telah memasuki masa pemotongan diharapkan membuat peternak tetap dapat menjalankan usaha dan mempertahankan kegiatan produksinya.
“Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada teman-teman peternak ayam petelur, kali ini khususnya di Jawa Timur, sehingga stabilisasi terjadi dan para peternak terus bisa melanjutkan usaha serta berproduksi,” ujar Makmun.
Pengiriman dari Jawa Timur ke luar Pulau Jawa juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan.
Pelaksanaannya tetap diarahkan agar pasokan dari Jawa Timur tidak mengganggu pasar yang selama ini telah dilayani peternak setempat.
Melalui pola tersebut, penyaluran daging ayam petelur diharapkan membuka pasar bagi peternak Jawa Timur, membantu stabilisasi harga, menjaga keberlanjutan usaha, serta memenuhi kebutuhan daging ayam di daerah yang kekurangan pasokan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




