HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Bandung Perkuat 547 Daerah Irigasi untuk Menjaga Produktivitas Sawah dan Ketahanan Pangan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemkab Bandung Perkuat 547 Daerah Irigasi untuk Menjaga Produktivitas Sawah dan Ketahanan Pangan
Foto: Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memantau daerah irigasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (sumber: Pemkab Bandung)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memperkuat infrastruktur pertanian melalui penanganan 547 daerah irigasi untuk menjaga produktivitas lahan sawah dan mendukung ketahanan pangan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penguatan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, terutama pada lahan sawah yang dipertahankan sebagai kawasan produksi pangan.

Infrastruktur yang menjadi perhatian mencakup jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier serta jalan usaha tani.

"Saluran primer, sekunder, tersier, termasuk jalan usaha tani harus terpenuhi. Pemerintah harus hadir dan menjamin infrastrukturnya," katanya.

Menurut Dadang, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan infrastruktur yang dibutuhkan sektor pertanian tersedia dan dapat mendukung aktivitas petani.

Pemkab Bandung Usulkan Rp947 Miliar untuk 19 Daerah Irigasi

Kabupaten Bandung saat ini memiliki sekitar 547 daerah irigasi yang membutuhkan penanganan untuk mendukung keberlangsungan sektor pertanian.

Dari jumlah tersebut, Pemkab Bandung telah mengajukan penanganan 19 daerah irigasi kepada pemerintah pusat dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp947 miliar.

Anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperkuat infrastruktur pengairan yang menunjang kegiatan pertanian dan mempertahankan produktivitas lahan sawah.

"Anggarannya sekitar Rp947 miliar untuk 19 daerah irigasi yang kita usulkan. Ini harus kita kejar supaya infrastruktur pertanian kita bisa mendukung lahan sawah yang dipertahankan," ujarnya.

Pemkab Bandung akan terus mengejar realisasi usulan tersebut agar infrastruktur pertanian mampu menopang lahan sawah yang dipertahankan untuk produksi pangan.

Dadang juga mengungkapkan pihaknya telah memperoleh informasi mengenai alokasi anggaran sekitar Rp334 miliar pada 2026.

Namun, Pemkab Bandung masih akan memastikan waktu pelaksanaan program yang berkaitan dengan alokasi anggaran tersebut.

Kepastian pelaksanaan program akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Irigasi Diperkuat untuk Antisipasi Kekeringan

Penguatan jaringan irigasi juga diarahkan untuk mengantisipasi risiko kekeringan sekaligus menjaga kesinambungan produksi pertanian di Kabupaten Bandung.

Upaya tersebut bukan pertama kali dilakukan Pemkab Bandung karena sebelumnya pemerintah daerah juga telah mengusulkan penanganan ratusan daerah irigasi sebagai bagian dari mitigasi dampak El Nino.

Pada Juni 2026, sebanyak 546 daerah irigasi telah diusulkan untuk mendapatkan perbaikan.

Perbaikan itu diharapkan meningkatkan kesiapan sektor pertanian menghadapi kekeringan yang dapat memengaruhi ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Selain saluran pengairan, Dadang berharap penguatan infrastruktur pertanian turut mencakup perbaikan dan peningkatan akses jalan usaha tani.

Jalan usaha tani yang memadai dibutuhkan untuk memperlancar distribusi sarana produksi sekaligus pengangkutan hasil pertanian.

Penguatan jaringan irigasi dan jalan usaha tani secara keseluruhan diarahkan untuk menjaga produktivitas sawah, mengantisipasi kekeringan, memperlancar aktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026