
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Jakarta mengalami inflasi bulanan sebesar 0,15 persen pada Agustus 2026, terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Jakarta meningkat dari 110,09 pada Juli 2026 menjadi 110,26 pada Agustus 2026.
"Pada Agustus 2026, DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 110,09 pada bulan Juli 2026 menjadi 110,26 pada bulan Agustus 2026," ungkap Kadarmanto.
Daging Ayam Ras Jadi Penyumbang Utama
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama dengan memberikan andil sebesar 0,15 persen terhadap inflasi Jakarta pada Agustus 2026.
Secara lebih rinci, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas utama pendorong inflasi dengan andil sebesar 0,14 persen.
Pelumas atau oli mesin turut menjadi komoditas penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,02 persen.
Komoditas lain yang memberikan andil terhadap inflasi adalah sigaret kretek mesin (SKM), kacang panjang, dan buncis.
Ketiga komoditas tersebut masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi umum secara bulanan pada Agustus 2026.
Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi Jakarta.
Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok kesehatan meliputi vitamin, obat dengan resep, dan obat flu, dengan masing-masing memberikan andil kurang dari 0,01 persen.
Biaya Pendidikan Naik Saat Tahun Ajaran Baru
Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi pada Agustus 2026 seiring periode pergantian tahun ajaran baru.
"Kelompok ini selalu mengalami inflasi pada bulan yang bertepatan dengan pergantian tahun ajaran baru, dan kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 0,22 persen yang memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen," kata Kadarmanto.
Kelompok pendidikan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi Jakarta.
Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada kelompok tersebut mencakup biaya pendidikan SD, SMP, bimbingan belajar, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan SMA.
Kenaikan biaya pendidikan SD tercatat menjadi penyumbang inflasi tertinggi dalam kelompok pendidikan pada Agustus 2026.
"Sumbangan inflasi tertinggi pada kelompok ini pada Agustus 2026 berasal dari kenaikan utamanya biaya pendidikan SD yang mengalami inflasi sebesar 0,40 persen, memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen," ungkap Kadarmanto.
Biaya pendidikan SD tercatat mengalami inflasi sebesar 0,40 persen dengan andil yang disebutkan sebesar 0,04 persen.
Secara keseluruhan, inflasi bulanan Jakarta sebesar 0,15 persen pada Agustus 2026 masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,21 persen.
Dengan demikian, inflasi nasional pada periode yang sama tercatat 0,06 poin persentase lebih tinggi dibandingkan inflasi Jakarta.
- Penulis :
- Shila Glorya




