
Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan distribusi beras di wilayah Kalimantan tetap berjalan meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu sejumlah daerah, dengan pelaksanaannya disesuaikan kondisi cuaca, jarak pandang, dan imbauan pemerintah.
Rizal mengatakan Bulog tetap menjalankan program pelayanan kepada masyarakat sembari memantau perkembangan kabut asap di berbagai wilayah Kalimantan.
"Jadi, bersamaan dengan adanya gangguan asap ya dari dampak kebakaran hutan dan lahan, Bulog tetap melaksanakan program seperti biasa. Namun dengan kondisi saat ini, kami menyesuaikan dengan imbauan-imbauan dari pemerintah," kata Rizal di Jakarta, Selasa malam.
Kabut Asap Sempat Hentikan Pelayanan di Sampit
Rizal menjelaskan pelayanan Bulog di sejumlah daerah, termasuk Sampit, sempat dihentikan sementara akibat kabut asap yang membuat jarak pandang sangat terbatas.
Penghentian sementara tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan petugas yang menjalankan aktivitas distribusi di lapangan.
Menurut Rizal, kondisi itu bersifat sementara karena pelayanan kembali dilakukan setelah jarak pandang membaik dan aktivitas distribusi dinilai dapat berlangsung dengan aman.
Bulog juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama menghadapi dampak karhutla.
Koordinasi dilakukan untuk menghitung kebutuhan bantuan bencana sehingga cadangan pangan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan permintaan pemerintah daerah secara bertahap.
Rizal mempersilakan pemerintah daerah mengajukan kebutuhan bantuan apabila diperlukan karena Bulog siap mendukung masyarakat yang terdampak kabut asap di Kalimantan.
Stok Nasional Capai 4,9 Juta Ton, Gudang Bulog Aman
Hingga 1 September 2026, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog secara nasional tercatat mencapai 4,9 juta ton.
Rizal juga memastikan seluruh gudang Bulog di Kalimantan berada dalam kondisi aman karena lokasinya jauh dari kawasan hutan sehingga tidak terdampak kebakaran maupun ancaman api.
Bulog terus menjaga kualitas dan ketersediaan stok beras agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi selama kondisi darurat akibat kabut asap berlangsung.
Meski demikian, Rizal tidak menyebutkan jumlah keseluruhan stok beras yang tersedia di wilayah Kalimantan.
Bulog menegaskan distribusi beras menuju titik-titik penyaluran akan terus didorong selama kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan.
"Kami distribusi menyesuaikan dengan kondisi. Apabila cuaca juga memungkinkan dan jarak pandang memungkinkan, kami akan dorong sampai ke tempat-tempat pendistribusian," kata Rizal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




