HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah ke 6.562,60, Lonjakan Harga Minyak dan Tekanan Bursa Global Membayangi Pasar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Melemah ke 6.562,60, Lonjakan Harga Minyak dan Tekanan Bursa Global Membayangi Pasar
Foto: (Sumber :Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari layar gawai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). IHSG pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup menguat 65,94 poin atau menguat 1,04 persen ke level 6.409,65 dan level ini menandai posisi tertinggi IHSG dalam tiga bulan terakhir. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agr.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik melemah 37,34 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.562,60 pada Rabu (2/9/2026) pukul 09.50 WIB setelah sempat dibuka menguat, seiring tekanan kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan bursa global.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 4,61 poin atau 0,70 persen menjadi 649,80.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan pergerakan IHSG akan bergantung pada kemampuannya bertahan di level teknikal tertentu.

"Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang akan menutup gap di 6.705. Jika tidak, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.535-6.635 ," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Harga Minyak Naik Hampir 5 Persen

Harga minyak mentah global ditutup naik hampir 5 persen pada Selasa (1/9/2026) seiring meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik lebih dari tiga basis poin menjadi 4,792 persen akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.

Data ekonomi AS menunjukkan pasar tenaga kerja melambat tetapi secara keseluruhan masih tangguh sehingga probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 berada di kisaran 68 persen.

Jumlah lowongan pekerjaan di AS pada Juli 2026 tercatat sebanyak 7,27 juta, meningkat dari 7,18 juta pada Juni, tetapi masih di bawah perkiraan 7,33 juta.

Tekanan jual terhadap obligasi pemerintah AS dan pasar obligasi utama lainnya juga meningkat akibat kekhawatiran mengenai inflasi dan utang fiskal.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023, sedangkan tenor dua tahun menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024.

Inflasi Domestik Naik, PMI Manufaktur Kontraksi

Dari dalam negeri, inflasi Indonesia meningkat menjadi 3,19 persen secara tahunan atau year-on-year pada Agustus 2026 dari sebelumnya 2,88 persen.

Kenaikan tersebut didorong harga makanan dan transportasi serta peningkatan inflasi inti menjadi 2,96 persen dari sebelumnya 2,76 persen secara tahunan.

Indeks manufaktur PMI Indonesia juga kembali memasuki area kontraksi pada level 49,8 pada Agustus 2026 setelah berada di posisi 50,2 pada Juli.

Neraca perdagangan Indonesia, sementara itu, mencatat surplus 0,13 miliar dolar AS pada Juli 2026 setelah mengalami defisit selama dua bulan berturut-turut.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 dengan pertumbuhan investasi didorong hingga 7 persen.

Bursa Asia hingga Wall Street Kompak Melemah

Tekanan terhadap IHSG terjadi ketika sejumlah bursa utama dunia dan regional Asia bergerak di zona merah.

Wall Street pada Selasa ditutup melemah dengan S&P 500 turun 0,71 persen, Nasdaq Composite merosot 1,03 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,79 persen.

Bursa Eropa juga tertekan dengan Euro Stoxx 50 turun 0,81 persen, FTSE 100 melemah 0,32 persen, DAX merosot 1,10 persen, serta CAC 40 turun 0,39 persen.

Di kawasan Asia pada Rabu pagi, indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, Kospi, dan Straits Times juga bergerak melemah.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026