
Pantau - Indonesia dinilai memiliki peluang memanfaatkan posisi strategisnya di BRICS dan proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan sekaligus memperkuat kredibilitas institusional di tengah perubahan arsitektur ekonomi global.
Indonesia berada dalam dua orbit ekonomi besar yang memiliki karakter berbeda, yakni BRICS yang merepresentasikan penguatan peran negara-negara Global South dan OECD yang mengedepankan sistem ekonomi berbasis aturan atau rule-based system.
BRICS menawarkan perluasan pasar, pembiayaan pembangunan, serta alternatif dalam arsitektur keuangan global, sementara OECD berperan besar dalam pembentukan standar kebijakan terkait investasi, tata kelola fiskal, dan sistem keuangan internasional.
"Tantangan sebenarnya bagi Indonesia bukan pada status keanggotaan forum, melainkan pada kapasitas domestiknya dalam menyerap dua sistem normatif yang berbeda tersebut," tulis Djoko Subinarto dalam telaah yang dipublikasikan Rabu (2/9/2026).
BRICS Membuka Akses Pasar dan Pembiayaan
BRICS saat ini menyumbang lebih dari seperempat keluaran ekonomi dunia dan terus berkembang melalui penambahan anggota baru.
Ekspansi tersebut turut memperbesar pengaruh BRICS dalam perdagangan internasional serta pengembangan skema pembiayaan alternatif.
Bagi Indonesia, keterlibatan dalam BRICS membuka peluang mendapatkan pasar baru dan memperluas sumber pembiayaan pembangunan.
Peluang tersebut dinilai penting karena Indonesia masih membutuhkan investasi besar untuk pengembangan sektor energi, industri, dan digital.
Posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara sekaligus anggota G20 membuat kebijakan diplomasi ekonominya dapat berpengaruh terhadap arus modal, persepsi risiko, dan integrasi ke dalam rantai pasok global.
OECD Menawarkan Penguatan Kredibilitas Institusional
Di sisi lain, proses aksesi OECD menawarkan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kredibilitas institusional melalui penyesuaian terhadap berbagai standar kebijakan internasional.
Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi keanggotaan, tetapi juga mencakup reformasi dalam transparansi fiskal, regulasi investasi, dan tata kelola sektor keuangan.
OECD memiliki pengaruh besar terhadap standar kebijakan global yang selama ini banyak diterapkan dalam regulasi investasi, tata kelola fiskal, serta sistem keuangan internasional.
Keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan proses menuju OECD dengan demikian memberikan dua jalur berbeda dalam diplomasi ekonomi, yakni perluasan akses ekonomi melalui BRICS serta penguatan standar dan kredibilitas institusional melalui OECD.
Kemampuan domestik dalam mengelola kedua jalur tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh Indonesia di tengah sistem global yang semakin multipolar.
- Penulis :
- Aditya Yohan




