
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyebut transisi energi perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional karena dapat memperkuat ketahanan energi, menghadapi krisis iklim, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja hijau.
"Transisi energi ini adalah salah satu strategi pembangunan kita. Harus kita laksanakan, bukan hanya sekadar upaya dekarbonisasi saja," kata Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat memberikan pidato kunci dalam peluncuran film dokumenter "Energi untuk Negeri" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Eddy, transisi energi dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung pengendalian krisis iklim.
Energi Terbarukan Dinilai Semakin Kompetitif
Eddy mengatakan transisi energi sejalan dengan Pasal 33 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Ia menilai perkembangan global menunjukkan biaya penggunaan energi terbarukan semakin kompetitif dibandingkan sebelumnya.
Menurut dia, harga panel surya telah turun signifikan dibandingkan satu dekade lalu, sedangkan perkembangan teknologi baterai dan kendaraan listrik semakin membuka peluang percepatan transisi energi.
Indonesia dinilai dapat memanfaatkan perkembangan tersebut untuk menarik investasi, mengembangkan industri hijau, dan menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs.
Transisi Energi Masih Menghadapi Tantangan
Meski memiliki sejumlah peluang, Eddy mengingatkan dunia masih menghadapi tantangan berupa transisi energi yang tidak berjalan secara teratur atau disorderly energy transition.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang meningkatkan investasi pada energi terbarukan, tetapi pada saat bersamaan masih mengembangkan energi fosil dalam skala besar.
"China mengembangkan PLTU batu bara paling tinggi volumenya di dunia, tetapi juga mengembangkan sumber energi terbarukan, solar, dan angin sehingga saat ini China adalah negara dengan kapasitas solar dan angin terbesar di dunia," katanya.
Eddy juga menilai film dokumenter dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peralihan dari energi fosil menuju energi bersih dan terbarukan.
Menurut dia, pemahaman masyarakat diperlukan agar transisi energi semakin menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




