HOME  ⁄  Nasional

China Tegaskan Haknya di Industri Minyak Venezuela Harus Dilindungi Usai Kesepakatan dengan AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Tegaskan Haknya di Industri Minyak Venezuela Harus Dilindungi Usai Kesepakatan dengan AS
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Pemerintah China menegaskan hak dan kepentingan sahnya dalam industri minyak Venezuela harus tetap dilindungi setelah Amerika Serikat merilis rincian kesepakatan pengelolaan energi dengan negara Amerika Latin tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan kerja sama antara China dan Venezuela dilindungi hukum internasional serta hukum kedua negara.

"Kami mengetahui soal kesepakatan tersebut. Saya ingin menekankan bahwa kerja sama China-Venezuela dilindungi oleh hukum internasional dan hukum kedua negara. Hak dan kepentingan sah China di Venezuela harus dilindungi," kata Guo dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (1/9).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pemerintah AS pada Senin (31/8) merilis rincian kesepakatan minyak dengan Venezuela melalui lembar fakta di situs resmi Gedung Putih.

Perusahaan AS Dapat Konsesi 100 Tahun

Berdasarkan kesepakatan tersebut, otoritas sementara Venezuela memberikan konsesi selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP) untuk mengelola 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel.

Sebagai imbalannya, NABEP memberikan kepemilikan saham sebesar 35 persen kepada Office of Strategic Capital (OSC) yang berada di bawah Departemen Perang AS di perusahaan induknya.

"China selalu menganjurkan agar hubungan antar negara ditangani sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, dan kerja sama ekonomi dan perdagangan antar negara harus mengikuti prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan kerja sama yang saling menguntungkan," tegas Guo Jiakun.

Dalam lembar fakta tersebut, NABEP juga memberikan hak kepada Departemen Luar Negeri AS untuk membeli 20 persen produksi seluruh ladang yang dikelolanya dengan harga setara biaya produksi.

AS juga memperoleh hak untuk mendapatkan penawaran terlebih dahulu atau right of first refusal terhadap 80 persen produksi lainnya.

Pemerintah AS memiliki hak veto atas penunjukan anggota jajaran direksi NABEP, sementara mayoritas anggota dewan direksi perusahaan tersebut harus merupakan warga negara AS.

Kesepakatan antara Pemerintah AS dan NABEP tunduk pada hukum AS serta berada di bawah yurisdiksi pengadilan AS.

China Punya Kepentingan Besar di Minyak Venezuela

Lembar fakta Pemerintah AS menyebut jutaan barel produksi minyak baru Venezuela akan diproses melalui kilang minyak AS dengan memanfaatkan rig pengeboran dan infrastruktur milik AS.

Pemerintah AS menyatakan kesepakatan tersebut tidak akan membebani pembayar pajak di negara itu.

China memiliki kepentingan ekonomi di sektor minyak Venezuela karena sekitar 4 persen total impor minyaknya berasal dari negara tersebut.

Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia yang diperkirakan mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total cadangan terbukti global.

Menurut American Enterprise Institute, China telah menginvestasikan 2,1 miliar dolar AS di industri minyak Venezuela sejak 2016.

Data Morgan Stanley menunjukkan China National Petroleum Corporation (CNPC) memegang saham dalam konsorsium dengan konsesi yang mencakup 1,6 miliar barel minyak.

China Petroleum & Chemical Corporation (Sinopec) juga tercatat memiliki saham yang mencakup 2,8 miliar barel minyak di Venezuela.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026