HOME  ⁄  Nasional

Eddy Soeparno Dorong Transisi Energi Menjadi Strategi Pembangunan Nasional dan Penggerak Ekonomi Hijau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Eddy Soeparno Dorong Transisi Energi Menjadi Strategi Pembangunan Nasional dan Penggerak Ekonomi Hijau
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, saat menjadi keynote speech dalam acara Peluncuran Film Dokumenter “Energi Untuk Negeri” di Jakarta.)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan transisi energi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat ketahanan energi, menekan emisi gas rumah kaca, dan menghadapi krisis iklim.

Eddy menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara utama dalam Peluncuran Film Dokumenter "Energi Untuk Negeri" di Ruang Teater Asrul Sani, Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Eddy, film dokumenter tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peralihan dari energi fosil menuju energi bersih dan terbarukan.

"Transisi energi itu adalah keharusan bagi kita karena bisa langsung membantu serta mendukung program kita untuk mengurangi emisi gas rumah kaca demi memperbaiki kualitas udara, serta kualitas polusi untuk mengurangi dan mengendalikan krisis iklim yang kita hadapi sekarang," ujarnya.

Energi Terbarukan Semakin Kompetitif

Eddy mengatakan perkembangan transisi energi global menunjukkan sejumlah kemajuan, termasuk semakin kuatnya gerakan menuju energi bersih dan semakin kompetitifnya biaya energi terbarukan.

Harga panel surya disebut telah turun secara signifikan dibandingkan dengan satu dekade lalu, sementara teknologi baterai dan kendaraan listrik terus berkembang sehingga membuka peluang percepatan transisi energi.

Namun, Eddy mengingatkan dunia masih menghadapi tantangan berupa disorderly energy transition atau transisi energi yang tidak teratur karena peningkatan investasi energi terbarukan masih berlangsung bersamaan dengan pengembangan energi fosil dalam skala besar.

"China mengembangkan PLTU batu bara paling tinggi volumenya di dunia. Tetapi, China juga mengembangkan sumber energi terbarukan, solar, dan angin. Sehingga, saat ini China adalah negara dengan kapasitas solar dan angina terbesar di dunia," jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan transisi energi membutuhkan kebijakan yang terarah agar pengembangan energi bersih dapat berjalan konsisten dengan target pengurangan emisi.

Transisi Energi Dinilai Buka Peluang Ekonomi Baru

Eddy menilai transisi energi tidak hanya berkaitan dengan upaya dekarbonisasi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

Pengembangan energi terbarukan dinilai dapat mendorong investasi, membangun industri hijau, serta menciptakan lapangan pekerjaan hijau atau green jobs.

"Transisi energi ini adalah salah satu strategi pembangunan kita. Jadi harus kita laksanakan, bukan hanya sekadar upaya dekarbonisasi saja," katanya.

Menurut Eddy, agenda tersebut juga sejalan dengan Pasal 33 Ayat 4 UUD NRI Tahun 1945 yang menekankan prinsip pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

"Jadi kita tidak hanya bicara saja bahwa kita melakukan transisi energi, mencegah perubahan iklim atau krisis iklim, tapi kita melaksanakan itu secara konsekuen," ujarnya.

Film Dokumenter Diharapkan Tingkatkan Kesadaran Publik

Eddy berharap film dokumenter "Energi Untuk Negeri" dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai tantangan dan peluang transisi energi di Indonesia.

Peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan yang dibutuhkan agar transisi energi memperoleh posisi penting dalam agenda pembangunan nasional.

"Ini salah satu dukungan positif yang diperlukan agar transisi energi ini menjadi agenda utama untuk pengembangan dan pembangunan ekonomi kita ke depannya," pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026