HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS, Eskalasi Konflik AS-Iran Tekan Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.774 per Dolar AS, Eskalasi Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Foto: (Sumber :Petugas melayani penukaran uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz.)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.774 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (2/9/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp17.744 per dolar AS, seiring meningkatnya eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah masih menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia akibat konflik tersebut.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.750 - Rp17.820 dipengaruhi oleh global masih berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata Rully kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Konflik AS-Iran dan Ekspektasi Suku Bunga Tekan Rupiah

Kantor Berita Rusia Sputnik melaporkan AS melakukan serangan terhadap sebuah acara pernikahan di Iran yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Secara keseluruhan, serangan AS di sejumlah wilayah Iran juga dilaporkan mengakibatkan 50 orang mengalami luka-luka.

Selain konflik AS-Iran, meningkatnya ekspektasi inflasi AS dinilai dapat mendorong bank sentral AS atau The Fed mengambil kebijakan moneter lebih ketat.

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September juga meningkat dibandingkan sebelumnya.

“Ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga oleh The Fed per September meningkat menjadi 66 persen dari sebelumnya hanya 35 persen. Kenaikan bunga (diperkirakan) 25 bps (basis points) menjadi 4 persen,” ucap Rully.

Surplus Neraca Dagang Menyusut Jadi Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, menyusutnya surplus neraca perdagangan turut memberikan tekanan terhadap rupiah di tengah meningkatnya permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor.

Perkembangan inflasi domestik yang menunjukkan tren meningkat juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia membukukan surplus 3,70 miliar dolar AS sepanjang Januari-Juli 2026.

BPS juga mencatat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 0,21 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026