HOME  ⁄  Lifestyle

Kemenpar Memacu Wisatawan Nusantara Lewat GATF 2026, Perjalanan Domestik Tembus 630 Juta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Memacu Wisatawan Nusantara Lewat GATF 2026, Perjalanan Domestik Tembus 630 Juta
Foto: (Sumber :Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat sambutan nya dalam penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata).)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memacu pergerakan wisatawan nusantara melalui Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 setelah jumlah perjalanan wisata domestik mencapai 630,41 juta pada semester I 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan besarnya potensi wisatawan domestik perlu terus dioptimalkan untuk mendorong masyarakat menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia.

"Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia," kata Made dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 630,41 juta perjalanan wisatawan nusantara tercatat sepanjang semester I 2026 atau meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

GATF 2026 Dorong Perjalanan Wisata Domestik

Pertumbuhan perjalanan tersebut dinilai memberikan efek berganda terhadap sektor transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tujuan.

GATF 2026 yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi salah satu upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Pameran itu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh inspirasi perjalanan, pilihan tiket dan konektivitas Garuda Indonesia, serta berbagai paket wisata menuju destinasi dalam negeri.

Kemenpar turut menghadirkan stan "Wonderful Indonesia" bertema "Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja" dengan melibatkan delapan pelaku industri pariwisata terkurasi.

Pelaku industri tersebut meliputi Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management.

Konektivitas Jadi Faktor Penting Pariwisata

Kemenpar menilai konektivitas yang baik dapat membuka akses menuju lebih banyak destinasi sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang semakin luas bagi wisatawan.

“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.

Kesiapan produk dan layanan juga diharapkan mendorong pariwisata berkualitas sehingga wisatawan tinggal lebih lama, kembali berkunjung, serta merekomendasikan pengalaman mereka kepada orang lain.

Kemenpar berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempertahankan pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026