
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong peningkatan kemampuan kembali atau reskilling tenaga kerja agar mampu memanfaatkan potensi 3,88 juta pekerjaan hijau atau green jobs di Indonesia pada 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan peralihan menuju ekonomi hijau membutuhkan intervensi khusus terhadap kompetensi tenaga kerja.
“Saat ini brown economy sudah bergeser menjadi green economy. Tapi dari sisi tenaga kerjanya, ini ternyata memang harus ada intervensi khusus untuk bisa kita lakukan, salah satu intervensinya adalah melalui reskilling,” kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Potensi Green Jobs Capai 3,88 Juta
Berdasarkan Outlook Ketenagakerjaan 2026, Kemnaker memproyeksikan potensi jumlah green jobs di Indonesia dapat mencapai 3,88 juta orang pada 2026.
Peluang pekerjaan tersebut muncul seiring perkembangan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, dan modernisasi industri.
Kemnaker menilai peluang tersebut perlu diwujudkan menjadi kesempatan ekonomi baru dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri hijau.
Ekonomi hijau membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dari ekonomi cokelat yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam.
“Karena yang kita hadapi, mereka (SDM) ini adalah yang dari sisi skill, mereka mengisi pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya adalah lower skill, keterampilan-keterampilan yang cukup rendah,” ujar Anwar.
“Dan inilah yang tantangan kalau misalnya kita bergeser kepada green economy, mereka harus melakukan update yaitu reskilling dari sisi keterampilan,” katanya menambahkan.
Hilirisasi hingga Pertanian Berpotensi Buka Lapangan Kerja
Selain ekonomi hijau, Kemnaker melihat sektor hilirisasi, jasa, hingga pertanian masih memiliki potensi membuka akses pekerjaan baru bagi masyarakat.
Anwar menilai sektor pertanian memiliki peluang berkembang, termasuk karena adanya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sektor pertanian itu sebetulnya itu sektor yang growing dan menurut saya dengan adanya program nasional seperti misalnya ada program Makan Bergizi Gratis (MBG), ini sebetulnya juga memberikan stimulan bagaimana sektor pertanian ini juga menjadi penyangga dari program tersebut,” katanya.
Peningkatan kompetensi yang relevan dengan perubahan kebutuhan industri menjadi bagian penting agar tenaga kerja dapat menangkap peluang pekerjaan baru yang muncul dari transformasi ekonomi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




