
Pantau - Para menteri negara G20 mencapai konsensus mengenai tata kelola dan penerapan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), setelah mengakhiri pertemuan tingkat menteri bidang inovasi selama dua hari di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat, Rabu (2/9/2026).
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Prinsip Carolina untuk Teknologi Baru (Caroline Principles for Emerging Technologies) yang menetapkan tujuan bersama melalui enam pilar utama.
Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick mengatakan kesepakatan tersebut menjadi momentum persatuan negara G20 dalam menempatkan inovasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan.
"Mencapai konsensus di G20 bukanlah hal yang mudah, namun topik inovasi sebagai penggerak pertumbuhan telah menyatukan kami dalam momen persatuan yang bersejarah," kata Lutnick.
G20 Dorong Investasi dan Perlindungan Inovasi
Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan kerangka kebijakan yang mendukung inovasi, pemanfaatan teknologi untuk menciptakan peluang dan kesejahteraan, serta pengembangan tenaga kerja teknis yang terampil.
Negara-negara anggota juga didorong meningkatkan investasi dalam penelitian dasar sekaligus memperkuat jalur komersialisasi hasil inovasi.
Lutnick menilai kesepakatan tersebut dapat memberikan kepercayaan kepada wirausahawan untuk berinvestasi sekaligus memastikan kerangka kekayaan intelektual mampu mendorong dan melindungi inovasi.
Prinsip Carolina turut memprioritaskan kebijakan kekayaan intelektual untuk AI, pembentukan standar sistem AI, serta penguatan inovasi industri melalui investasi pada rantai pasok.
G20 Luncurkan Kerangka Kesejahteraan AI
Pertemuan tersebut juga meluncurkan Tujuan Kesejahteraan AI (AI Prosperity Objective) dan Pakta Kesejahteraan AI (AI Prosperity Compact) untuk mendorong pengembangan tenaga kerja teknis di negara-negara G20.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk memperluas peluang kemitraan antara negara anggota dan sektor swasta dalam pengembangan teknologi.
Direktur Office of Science and Technology Policy (OSTP) Michael Kratsios menyatakan visi tersebut mengandalkan kerangka kebijakan yang fleksibel untuk mendorong pertumbuhan global.
Pertemuan yang diselenggarakan Departemen Perdagangan AS bersama OSTP itu turut menghadirkan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi, termasuk Elon Musk dari Tesla dan SpaceX, Jensen Huang dari NVIDIA, Sam Altman dari OpenAI, serta Mark Zuckerberg dari Meta.
Perwakilan dari 20 negara dan organisasi kawasan menghadiri pertemuan tersebut, termasuk Turkiye, China, Uni Eropa, Rusia, dan Inggris.
- Penulis :
- Aditya Yohan




