HOME  ⁄  Ekonomi

Kemnaker Siapkan Pelatihan Gratis untuk Dongkrak Kapasitas Kopi Bandung Barat Tembus Pasar Internasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemnaker Siapkan Pelatihan Gratis untuk Dongkrak Kapasitas Kopi Bandung Barat Tembus Pasar Internasional
Foto: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Bandung Barat, pada Jumat 4/9/2026 (sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memfasilitasi pelatihan gratis bagi sekitar 50 hingga 100 pelaku usaha kopi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pelatihan akan mencakup berbagai tahapan industri kopi, mulai dari pembibitan, pengelolaan lahan, panen, hingga pengolahan produk.

"Kita bisa memberikan pelatihan gratis untuk 50 sampai 100 orang, mulai dari bibit, bagaimana mengelola lahannya, panen, sampai kemudian pengolahannya," ungkap Yassierli.

Program tersebut disiapkan setelah Yassierli mengetahui produk kopi asal Bandung Barat telah berhasil memasuki pasar ekspor dan memiliki peluang permintaan yang lebih besar.

Ekspor Empat Ton Buka Peluang Peningkatan Kapasitas

Yassierli menilai keberhasilan ekspor kopi Bandung Barat perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar produksi dan kualitas produk dapat terus diperkuat.

"Saya dengar Bandung Barat ini sudah ekspor kopi, bahkan kalau tidak salah sudah sampai empat ton. Ini luar biasa, tinggal bagaimana kita tingkatkan lagi kapasitasnya," kata Yassierli.

Salah satu produk yang telah menembus pasar internasional adalah kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu dari Kecamatan Lembang.

Kopi tersebut diekspor perdana ke Arab Saudi sebanyak empat ton dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta.

Produk yang dikirim berupa green bean kopi Arabika hasil fermentasi nanas.

Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengatakan permintaan awal dari pembeli di Arab Saudi sebenarnya mencapai 25 ton.

Namun, Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena keterbatasan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku.

"Awalnya, mereka melakukan pemesanan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan, kami baru mampu menyanggupi pengiriman sebanyak 4 ton," ungkap Dikdik.

Selisih antara permintaan 25 ton dan pengiriman awal empat ton menunjukkan masih terbukanya peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi kopi di Bandung Barat.

Tonas Kopi Targetkan Kapasitas Produksi Naik Tiga Kali Lipat

Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani di Desa Cibodas.

Kapasitas produksi tersebut ditargetkan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku diperkirakan mencapai lebih dari 100 ton.

Pelatihan Kemnaker diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dalam pembibitan, pengelolaan lahan, panen, hingga pengolahan kopi.

Peningkatan kemampuan tersebut juga diarahkan agar kenaikan kapasitas produksi tetap diikuti dengan penguatan kualitas dan daya saing produk.

Penguatan kapasitas diharapkan membantu pelaku usaha kopi Bandung Barat memenuhi permintaan ekspor yang lebih besar sekaligus mengoptimalkan peluang pemasaran di dalam dan luar negeri.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026