HOME  ⁄  Ekonomi

Zulhas Tertibkan SPPG yang Telat Kirim MBG, Petugas Lalai Terancam Dicopot

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Zulhas Tertibkan SPPG yang Telat Kirim MBG, Petugas Lalai Terancam Dicopot
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat usai kegiatan Lampung Financial Festival (Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia).)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas akan menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlambat mengirim makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul terjadinya sejumlah kasus dugaan keracunan.

Zulhas mengatakan keterlambatan pengiriman makanan menjadi salah satu persoalan yang dinilainya memicu kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG.

"Dapur bagus, semua bagus. Tapi budaya. Misalnya, masak harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11. Itu menimbulkan keracunan," kata Zulhas seusai kegiatan Lampung Financial Festival 2026 di Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut Zulhas, kasus keracunan dalam program MBG merupakan kesalahan manusia yang dapat terjadi akibat kelalaian maupun tindakan yang disengaja.

Sistem Distribusi SPPG Dievaluasi Dua Bulan

Zulhas menyatakan pemerintah akan mengevaluasi sistem distribusi SPPG dalam dua bulan ke depan sekaligus mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan kelalaian.

Sanksi yang disiapkan dapat mencakup penggantian petugas maupun pihak SPPG yang terlibat dalam kelalaian tersebut.

"Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini menyangkut 60 juta orang. Ini yang kami lagi tertibkan. Kasih waktu dua bulan, kami akan menyelesaikan ini. Dan saya sudah minta tidak boleh ada toleransi. Yang lalai, ganti. SPPG siapa saja yang terlibat, ganti. Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita walaupun satu orang keracunan," tuturnya.

Penertiban tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengolahan hingga distribusi makanan mengikuti ketentuan sehingga keamanan penerima program tetap terjaga.

SPPG Kali Tengah Ditangguhkan

Berdasarkan data terakhir Badan Gizi Nasional (BGN), kondisi seluruh korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, telah membaik dan tersisa 22 orang yang masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit.

Wakil Kepala BGN Mayor Jenderal TNI Trenggono menyatakan sebanyak 748 santri terdampak dalam kejadian tersebut dan sebagian besar telah kembali ke pondok setelah memperoleh perawatan medis.

BGN telah menangguhkan operasional SPPG Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sejak Rabu, 2 September 2026.

Penangguhan dilakukan untuk kepentingan investigasi dan evaluasi terhadap dugaan kelalaian serta ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar.

Selain menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah, BGN telah mencopot kepala dapur dan memeriksa penerapan prosedur operasional standar untuk mengetahui penyebab kejadian.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026