HOME  ⁄  Ekonomi

INALUM Kerahkan 60 Relawan Bersertifikat untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

INALUM Kerahkan 60 Relawan Bersertifikat untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Foto: (Sumber :Upaya penanganan karhutla oleh PT INALUM dan Grup MIND ID. ANTARA/HO-INALUM.)

Pantau - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM bersama Grup MIND ID mengerahkan 60 relawan pemadam kebakaran bersertifikat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Personel tersebut diterjunkan untuk membantu mengendalikan titik api di sekitar wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan serta kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Puluhan Relawan Dikerahkan ke Lokasi Karhutla

INALUM dan BAI sejak 24 Agustus 2026 telah melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.

Upaya penanganan diperkuat karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang memungkinkan api merambat dan bertahan di bawah permukaan.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan secara berkelanjutan agar api tidak kembali muncul.

Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin mengoordinasikan pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat pada Jumat (4/9/2026).

Personel itu berasal dari INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujar Maroef.

Pemadaman di Lahan Gambut Butuh Penanganan Khusus

Selain personel, penanganan karhutla diperkuat melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, dan dukungan medis bagi relawan serta masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut meliputi fasilitas kesehatan darurat, alat pelindung diri, hingga tambahan satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Direktur Utama BAI Darwin Saleh Siregar mengatakan karakteristik kebakaran gambut membuat proses pemadaman di Mempawah membutuhkan waktu lebih panjang.

“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujar Darwin.

Upaya kolaboratif tersebut ditujukan untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus mengurangi risiko kesehatan, kerusakan lingkungan, dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat akibat karhutla.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026