HOME  ⁄  Ekonomi

Aset Dana Pensiun Tembus Rp1.699,99 Triliun, OJK Catat Pertumbuhan 6,70 Persen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Aset Dana Pensiun Tembus Rp1.699,99 Triliun, OJK Catat Pertumbuhan 6,70 Persen
Foto: Tangkapan layar - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 7/9/2026 (sumber: YouTube Otoritas Jasa Keuangan)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri dana pensiun mencapai Rp1.699,99 triliun pada Juli 2026 atau tumbuh 6,70 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh program pensiun wajib dan program pensiun sukarela.

Program Pensiun Wajib Tumbuh 7,51 Persen

Aset program pensiun sukarela tercatat mencapai Rp409,19 triliun atau tumbuh 4,24 persen secara tahunan.

"Untuk aset program pensiun sukarela mencapai Rp409,19 triliun atau tumbuh 4,24 persen year-on-year," ungkap Ogi.

Sementara itu, aset program pensiun wajib mencapai Rp1.290,80 triliun atau tumbuh 7,51 persen secara tahunan.

Program pensiun wajib tersebut mencakup program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan.

Program itu juga mencakup tabungan hari tua serta akumulasi iuran pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi dana pensiun untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan kebutuhan finansial ketika memasuki masa purna bakti.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencanangkan Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026.

Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi gerakan nasional yang ditujukan untuk memperluas kepesertaan program dana pensiun sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Selama pelaksanaan program tersebut, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan akan menggelar lebih dari 100 kegiatan yang berfokus pada peningkatan literasi dan inklusi dana pensiun di berbagai daerah.

Aset Industri Asuransi Capai Rp1.172,90 Triliun

Secara umum, OJK menilai kondisi industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap stabil dan terjaga.

Pada industri asuransi, total aset per Juli 2026 mencapai Rp1.172,90 triliun atau tumbuh 1,59 persen secara tahunan.

Khusus asuransi komersial, total aset tercatat Rp957,07 triliun atau meningkat 2,54 persen secara tahunan.

Akumulasi pendapatan premi asuransi komersial hingga Juli 2026 mencapai Rp199,80 triliun atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan.

Pertumbuhan premi asuransi komersial terutama ditopang oleh kinerja asuransi jiwa yang meningkat 7,76 persen secara tahunan menjadi Rp111,44 triliun.

Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi 3,04 persen secara tahunan menjadi Rp88,36 triliun.

Sementara itu, aset asuransi nonkomersial tercatat Rp215,83 triliun atau mengalami kontraksi 2,44 persen secara tahunan.

Asuransi nonkomersial tersebut terdiri atas BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi ASN, TNI, dan Polri.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026