HOME  ⁄  Ekonomi

Kepahiang Ekspor Perdana 19,2 Ton Kopi ke Italia, Bengkulu Perkuat Identitas di Pasar Dunia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kepahiang Ekspor Perdana 19,2 Ton Kopi ke Italia, Bengkulu Perkuat Identitas di Pasar Dunia
Foto: Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu ekspor perdana 19,2 ton kopi ke Italia sebagai langkah memperluas pasar terhadap komoditas unggulan daerah ke pasar internasional, di Kepahiang (sumber: ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Pantau - Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, untuk pertama kalinya mengekspor langsung 19,2 ton kopi ke Italia sebagai langkah memperluas pasar komoditas unggulan daerah ke pasar internasional.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian menilai ekspor perdana tersebut menjadi momentum penting dan bersejarah sekaligus membuktikan kopi Bengkulu memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing di pasar dunia.

"Momentum hari ini merupakan sebuah langkah penting dan bersejarah bagi Provinsi Bengkulu, pelepasan ekspor perdana ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas unggulan daerah kita memiliki kualitas, potensi dan nilai strategis," kata Mian.

Ekspor langsung ke Italia juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Bengkulu sebagai daerah penghasil kopi yang mampu memasarkan komoditasnya sendiri langsung ke negara tujuan.

Bengkulu Mulai Bangun Identitas Kopi Sendiri

Selama ini, kopi yang berasal dari Bengkulu masih kerap dikaitkan dengan daerah lain karena hasil panennya masuk ke pasar internasional melalui ekspor dari provinsi tetangga.

Kondisi tersebut membuat identitas Bengkulu sebagai daerah asal kopi belum sepenuhnya dikenal oleh pasar internasional meskipun daerah itu memiliki produksi kopi.

Dengan dibukanya jalur ekspor langsung ke Italia, Bengkulu memiliki kesempatan membangun identitas dan merek sendiri sebagai daerah penghasil sekaligus eksportir kopi.

"Ini sudah menepis bahasa yang menyatakan Bengkulu punya kopi, Lampung punya nama," ungkap Mian.

Mian menekankan keberhasilan membuka pasar internasional harus diikuti dengan upaya menjaga ketersediaan bahan baku agar ekspor tidak berhenti setelah pengiriman perdana.

Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan memastikan produksi kopi Bengkulu berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan komoditas kopi juga harus dilakukan secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir untuk mendukung keberlanjutan ekspor.

"Terobosan ini harus kita buat secara berkesinambungan dari hulu sampai hilir, berkelanjutan. Jangan sampai nanti ini telah dideklarasikan tetapi produksi kita menurun," kata Mian.

BI Targetkan Ekspor Kopi Bengkulu Berkelanjutan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan pengembangan ekspor kopi merupakan bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.

Wahyu menyebut 7 September 2026 sebagai tonggak sejarah karena Bengkulu untuk pertama kalinya mampu mengekspor kopi secara langsung dengan identitas produksi Bengkulu.

"Alhamdulillah, sejarah sepanjang Provinsi Bengkulu berdiri, hari ini, 7 September 2026, menjadi tonggak sejarah bahwa kita bisa mengekspor kopi langsung, made in Bengkulu. Tidak main-main, langsung ke Eropa, ke Italia," kata Wahyu.

Bank Indonesia berharap pengiriman 19,2 ton kopi tersebut tidak hanya menjadi momentum satu kali, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekspor rutin sehingga semakin banyak produksi daerah dapat diserap pasar internasional.

Perluasan pasar internasional juga perlu dibarengi penguatan branding atau identitas kopi Bengkulu agar komoditas tersebut mempunyai nilai tambah yang semakin tinggi.

Peningkatan nilai tambah dan perluasan pasar kopi pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama dalam rantai produksi kopi Bengkulu.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026