
Pantau - Perum Bulog memastikan siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan bantuan pangan beras pada Oktober hingga Desember 2026 dengan dukungan stok beras pemerintah yang mencapai lebih dari 4 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kelanjutan bantuan ditujukan untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat, melindungi daya beli, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Arahan Presiden menunjukkan keberpihakan dan perhatian yang sangat besar kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Oktober hingga Desember,” kata Rizal di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Bulog Siapkan Stok dan Jaringan Distribusi
Pemerintah melanjutkan bantuan pangan sebagai salah satu langkah menghadapi potensi fenomena El Nino dan dinamika lain yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Bulog memiliki stok beras pemerintah lebih dari 4 juta ton dan jaringan pergudangan yang tersebar di berbagai wilayah untuk mendukung penyaluran bantuan.
“Bulog akan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan jaringan operasional yang dimiliki dalam mendukung kelancaran penyaluran,” ujarnya.
Rizal mengatakan Bulog akan menjaga kualitas beras dan memastikan penyalurannya berlangsung efektif kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Bulog akan terus hadir di garda terdepan mendukung kebijakan pangan pemerintah dan memastikan pangan tersedia serta menjangkau masyarakat di seluruh penjuru Indonesia,” kata Rizal.
Bantuan Menyasar Sekitar 33,2 Juta Keluarga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden memberikan arahan agar bantuan pangan beras diteruskan selama tiga bulan hingga penghujung 2026.
“Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah bantuan pangan beras. Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.
Program bantuan beras sebelumnya menyasar sekitar 33,2 juta keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dengan alokasi 10 kilogram beras untuk setiap keluarga per bulan.
Untuk periode sebelumnya hingga September 2026, bantuan disalurkan secara rapel sehingga setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.
Bulog menyatakan akan menjalankan penugasan tersebut secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran agar stok pangan pemerintah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




