
Pantau - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) memperkuat portofolio energi bersih melalui pengembangan bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dengan kapasitas pembangkit berbasis solar PV yang telah terkontrak mencapai 152 MWp hingga kuartal II 2026.
Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 86 MWp telah beroperasi, sementara akumulasi kapasitas melalui anak usaha ITM tumbuh 12 persen secara kuartalan dan lebih dari dua kali lipat secara tahunan.
Presiden Direktur ITM Mulianto mengatakan pengembangan bisnis tetap dilakukan dalam koridor sektor energi.
"Ini kembali lagi kepada prinsip bagaimana kita memperkuat dan memperluas peluang, tapi tentu saja pada saat kita memikirkan memperluas peluang adalah kita selalu di dalam koridor energi," kata Mulianto dalam paparan public expose secara daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
ITM Perkuat Portofolio Energi Bersih
Pengembangan PLTS menjadi bagian dari langkah ITM membangun portofolio energi yang semakin beragam dan berkelanjutan.
Langkah tersebut juga berjalan bersamaan dengan penguatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG perusahaan.
FTSE Russell, S&P Global, dan Sustainalytics masing-masing menempatkan ITM pada peringkat kedua, ketiga, dan keempat di antara perusahaan batu bara global dalam kinerja ESG.
Di tingkat nasional, Top Business memberikan ITM trofi Award 5-Star dan TOP CSR Director sebagai pengakuan terhadap upaya perusahaan mengintegrasikan prinsip ESG dalam praktik bisnis.
"Transformasi bagi ITM bukan hanya tentang mengembangkan bisnis baru, tetapi juga memastikan pertumbuhan berjalan sejalan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan pemangku kepentingan," kata Mulianto.
"Pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis energi surya dan penguatan kinerja ESG merupakan bagian dari perjalanan kami untuk membangun bisnis yang semakin beragam, bertanggung jawab, dan menciptakan nilai jangka panjang," ujarnya menambahkan.
Pendapatan dan Laba Bersih ITM Tumbuh
Selain memperluas bisnis energi bersih, ITM mencatat pertumbuhan kinerja keuangan selama enam bulan pertama 2026.
Pendapatan perusahaan tumbuh 9 persen secara tahunan menjadi 1 miliar dolar AS, ditopang peningkatan volume penjualan sebesar 5 persen dan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 4 persen menjadi 81 dolar AS per ton.
ITM juga membukukan laba bersih sebesar 110 juta dolar AS pada periode tersebut.
Laba bersih itu meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




