
Pantau - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur Andrea Abdul Rahman Azzqy mendorong pemerintah Indonesia memanfaatkan KTT BRICS 2026 sebagai instrumen untuk menghasilkan manfaat ekonomi konkret bagi kepentingan nasional, bukan sekadar agenda kunjungan.
"BRICS harus jadi instrumen ekonomi, bukan sekadar panggung retorika atau kunjungan semata," kata Andrea di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
KTT BRICS dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 12–13 September 2026.
Andrea menilai kehadiran Indonesia dalam pertemuan tersebut berlangsung di tengah kondisi politik luar negeri yang semakin menantang.
Menurut dia, diplomasi bebas aktif Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo menghadapi ujian karena hubungan dengan sejumlah mitra tradisional seperti Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara Uni Eropa dinilai melemah akibat ketegangan tarif dan isu Palestina.
BRICS Dinilai Bisa Membuka Akses Ekonomi Baru
Andrea mengatakan keanggotaan BRICS dapat membuka ruang baru bagi Indonesia dalam memperluas akses pasar dan memperoleh pembiayaan pembangunan.
Keanggotaan tersebut juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat agenda ketahanan pangan dan energi.
"Target paling realistis adalah memastikan manfaat konkret bagi kepentingan nasional, bukan sekadar simbol keanggotaan," katanya.
Andrea menilai kunci keberhasilan partisipasi Indonesia adalah memastikan forum BRICS dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan perekonomian nasional.
Hasil partisipasi Indonesia, menurut dia, dapat diukur melalui peningkatan perdagangan, investasi yang terarah, serta pengakuan diplomatik terhadap posisi Indonesia sebagai middle power yang mandiri.
KTT BRICS 2026 Jadi Momentum bagi Diplomasi Indonesia
Andrea mengatakan momentum BRICS 2026 dapat menjadi kesempatan sekaligus ujian bagi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Ia menilai hasil nyata dari pertemuan tersebut menjadi faktor penting untuk mengukur manfaat keanggotaan Indonesia di BRICS.
BRICS merupakan kelompok negara berkembang yang memiliki peran besar dalam perekonomian global.
Organisasi antarpemerintah tersebut beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta sejumlah negara lain seperti Mesir, Iran, Ethiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Indonesia akan mengikuti KTT BRICS di New Delhi pada 12–13 September 2026 dengan peluang kerja sama yang mencakup perdagangan, investasi, pembiayaan pembangunan, ketahanan pangan, dan energi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




