
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 88,86 poin atau 1,33 persen ke posisi 6.589,34 pada perdagangan Kamis sore, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang turut membebani mayoritas bursa saham Asia.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 8,27 poin atau 1,25 persen menjadi 655,98.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi sentimen negatif bagi IHSG dan bursa regional Asia.
"IHSG dan bursa regional Asia melemah yang terbebani meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang menyebabkan melonjaknya harga minyak dan kekhawatiran inflasi, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat," ungkap Nico.
Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi
Dari sentimen global, belum terlihat banyak tanda bahwa konflik antara AS dan Iran akan mereda.
Iran menyatakan kesiapan menghadapi konflik yang lebih intens sehingga meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi ketegangan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang tidak akan berakhir hingga setelah pemilihan umum pada November 2026.
Nico menilai konflik tersebut berpotensi mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz.
Gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Kenaikan harga makanan dan energi juga dinilai dapat meningkatkan biaya sekaligus memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
"Pasar melihat tanda-tanda meningkatnya tekanan inflasi karena harga makanan dan energi yang lebih tinggi mendorong kenaikan biaya sehingga dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat," kata Nico.
Pelaku pasar di sisi lain cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS.
Data tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin tercatat mencapai 60,2 persen.
Pemerintah Targetkan Rasio Utang 40,31-40,64 Persen pada 2027
Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada kisaran 40,31-40,64 persen pada 2027.
Pemerintah berupaya menjaga pembiayaan pada tingkat biaya dan risiko yang terkendali.
Imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) pada 2027 diproyeksikan berada pada kisaran 6,5-7,3 persen dengan asumsi tengah sebesar 6,9 persen.
Pendalaman pasar SBN domestik ditargetkan mencapai 100 persen, sedangkan jumlah investor SBN ritel tercatat telah mencapai sekitar 1,081 juta orang.
Penerbitan SBN ritel pada 2026 ditargetkan mencapai Rp160-170 triliun, meningkat dibandingkan realisasi Rp152 triliun pada 2025.
"Kami menilai target rasio utang pemerintah di kisaran 40,31-40,64 persen terhadap PDB pada 2027 menunjukkan pemerintah masih berupaya menjaga keberlanjutan fiskal di tengah kebutuhan pembiayaan yang tetap besar," ungkap Nico.
Seluruh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah
Dalam jalannya perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap bertahan di zona merah hingga perdagangan saham berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mengalami pelemahan.
Sektor energi mencatat koreksi paling dalam sebesar 1,85 persen, disusul sektor barang baku yang turun 1,07 persen dan sektor industri yang melemah 1,01 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar adalah GSMF, MGNA, KPIG, JECC, dan SAPX.
Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah ESTI, POLA, PLAN, WGSH, dan UDNG.
Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari mencapai 2.632.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,85 miliar lembar dan nilai transaksi Rp21,36 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 300 saham menguat, 348 saham melemah, dan 315 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Mayoritas Bursa Asia Turut Melemah
Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang ditutup melemah.
Indeks Nikkei menjadi salah satu yang menguat dengan kenaikan 0,14 persen ke posisi 65.232,00.
Indeks Shanghai melemah 0,43 persen menjadi 3.934,40, sedangkan indeks Hang Seng turun 1,27 persen menjadi 24.954,47.
Indeks Kospi melemah 0,25 persen ke posisi 7.033,92, sementara indeks Straits Times turun 0,67 persen menjadi 5.692,06.
- Penulis :
- Shila Glorya




